nusabali

Serunya Warga Darmasaba Adu Pengetahuan Hukum Antarbanjar, Bahas Pornografi hingga Narkotika

Jadi Upaya Pemerintah Desa Tumbuhkan Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum)

  • www.nusabali.com-serunya-warga-darmasaba-adu-pengetahuan-hukum-antarbanjar-bahas-pornografi-hingga-narkotika

MANGUPURA, NusaBali.com – Pemerintah Desa Darmasaba menggelar Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) berformat cerdas cermat yang berlangsung di Lapangan Voli PORUM, Banjar Umahanyar, Sabtu (13/12/2025). Setiap banjar mengirim perwakilan masing-masing untuk mengadu pengetahuan hukum.

Ada 12 tim yang terdiri dari tiga anggota per tim dikirim masing-masing banjar di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung. Tim yang dikirim tersusun dari beragam kalangan seperti remaja, pemuda-pemudi, bahkan ada yang mengirim tim yang diperkuat ibu rumah tangga.

Perlombaan dibagi ke dalam tiga sesi babak penyisihan yang diikuti empat tim per sesi. Pada setiap sesi, keempat tim dihadapkan pada soal-soal yang menguji pengetahuan hukum baik melalui babak pertanyaan maupun soal rebutan. Peraih nilai tertinggi pada setiap sesi berhak melaju ke babak final, Minggu (14/12/2025).

Perbekel Darmasaba IB Surya Prabhawa Manuaba menuturkan, Lomba Kadarkum merupakan salah satu upaya mendekatkan hukum kepada masyarakat. Hal ini, kata dia, sekaligus sebagai aksi keberlanjutan Desa Darmasaba yang telah berpredikat Desa Sadar Hukum sejak 2013.

“Kegiatan-kegiatannya (Desa Sadar Hukum) terus berjalan. Nah, baru kali ini kami melaksanakan Lomba Kadarkum antarbanjar karena pembinaan telah kami lakukan sejak 2023 dan 2024 lalu kami mewakili Abiansemal di kabupaten,” ungkap Surya Prabhawa di sela acara, Sabtu pagi.

Lomba Kadarkum membahas beberapa topik hukum seperti pornografi, narkotika, dan perlindungan anak. Ketiga topik ini dikupas melalui soal-soal berdasarkan paradigma produk hukum seperti undang-undang.  Harapannya, masyarakat menjadi tahu bagaimana konsekuensi hukum dari ketiga hal tersebut.

Saat berlomba, suasana tampak tegang pada babak menjawab soal yang dilakukan khusus per tim. Ekspresi percaya diri, ragu, hingga berusaha mengingat modul yang telah dipelajari terpampang pada wajah peserta. Suasana berubah semakin tegang tetapi seru ketika beranjak ke babak soal rebutan.

Pada babak rebutan ini, setiap tim beradu cepat sekaligus mengetes konsentrasi. Salah memencet bel terlalu cepat sebelum soal habis dibacakan dapat mengurangi poin yang dikumpulkan dan menghilangkan kesempatan menjawab soal selanjutnya. Terlambat sedikit, soal bisa direbut tim lawan. 

“Lomba Kadarkum berformat cerdas cermat ini adalah format baku yang diberikan Kanwil Kemenkum Bali dan juga jadi format lomba di nasional,” ujar Surya Prabhawa.

Sementara itu, salah satu tim yang berhasil lolos ke babak final pada penyisihan sesi pertama adalah Banjar Cabe dengan tim tersusun kalangan remaja–pemudi. Meilya Pradnya, 16, mengaku mempersiapkan Lomba Kadarkum ini selama seminggu saja dengan mendalami modul yang diterimanya dari desa.

“Lomba ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menambah wawasan hukum khususnya di bidang narkotika, perlindungan anak, dan pornografi,” beber Meilya ketika ditemui usai berlomba.

Meilya mengaku, ia tidak pernah tahu bagaimana hukum memandang ketiga persoalan yang cukup sering muncul dari informasi di media sosial tersebut. Namun, kini siswi SMAN 8 Denpasar ini lebih awas dan siap mengetuktularkan ke rekan-rekannya—terutama teman sebanjar. *rat

Komentar