nusabali

PHDI Gelar Doa Lintas Agama, Perkuat Persatuan Hadapi Bencana

  • www.nusabali.com-phdi-gelar-doa-lintas-agama-perkuat-persatuan-hadapi-bencana

DENPASAR, NusaBali.com - Meningkatnya intensitas bencana alam di sejumlah daerah Indonesia, mulai dari banjir bandang di Bali hingga longsor dan banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mendorong pentingnya penguatan solidaritas sosial dan spiritual. Merespons situasi tersebut, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan nasional.

Doa bersama dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama dan menjadi wujud empati bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus momentum memperkuat kerukunan sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi krisis alam.

Doa dipimpin Dharma Adhiyaksa PHDI Pusat, Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, dalam suasana khidmat dan penuh keteduhan. Hadir pula perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Muhamad Toha, rohaniawan Buddha Bhante Rung Subhantdho, serta perwakilan rohaniawan Katolik, Kristen, dan Konghucu, Putu Shantiro.

Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menegaskan, doa lintas agama merupakan panggilan moral seluruh umat untuk menunjukkan empati dan kepedulian terhadap sesama. “Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam. Melalui doa ini, kami memohon keselamatan bagi Indonesia, khususnya agar Bali dijauhkan dari marabahaya dan bencana,” ujarnya.

Selain mendoakan keselamatan bagi warga terdampak, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui perilaku manusia yang lebih bijak dan beretika.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, yang hadir mewakili Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menilai doa lintas agama sebagai langkah strategis untuk menjaga keharmonisan sosial. “Kami berharap nilai spiritual dari kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjaga keseimbangan alam, mempererat hubungan antarsesama, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemurkaan alam,” terangnya.

Ia menambahkan, doa bersama lintas agama menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama di Bali. Menurutnya, kerukunan dan kekompakan merupakan fondasi utama dalam menghadapi bencana yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim dan ketidakseimbangan alam.

Nyoman Kenak juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga tali silaturahmi antarumat beragama, sehingga Bali tetap memiliki pondasi sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Komentar