nusabali

146 Atlet Panjat Tebing se-Bali Tarung di Buleleng

Sirkuit Panjat Tebing Seri III

  • www.nusabali.com-146-atlet-panjat-tebing-se-bali-tarung-di-buleleng

BULELENG, NusaBali - Sebanyak 146 atlet panjat tebing dari 7 kabupaten/kota di Bali turun pada Sirkuit Panjat Tebing Seri III Bali yang digelar di Buleleng, 11-14 Desember 2025.

Seri ketiga yang sekaligus menjadi grand final ini bukan hanya menjadi ajang perebutan poin, namun juga momentum mendorong percepatan renovasi fasilitas papan panjat (wall) Buleleng agar memenuhi standar nasional dan internasional.

Ketua FPTI Bali I Putu Yudiatmika usai membuka sirkuit Kamis (11/12) petang menegaskan, sirkuit ini menjadi ruang penting pembinaan berjenjang dari atlet usia dini hingga senior. Selain teknik, kompetisi semacam ini melatih mental, endurance, dan pemahaman jalur.

“Semakin sering dia mencoba jalur, semakin meningkat prestasinya. Kalau tekniknya bagus tapi jarang ikut jalur, pengetahuannya akan minim,” ujar Yudiatmika yang juga Ketua KONI Denpasar ini.

Sirkuit seri ketiga ini merupakan puncak dari tiga seri sirkuit Bali. Seri I berlangsung di Klungkung, Seri II di Badung, dan grand final dipercayakan di Buleleng. Menurut Yudiatmika, Bali termasuk daerah dengan aktivitas kompetisi tinggi, meskipun masih berada di bawah dominasi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta dalam peringkat nasional. 

Ia berharap pembinaan terus berlanjut dan fasilitas diperbarui, terutama papan panjat yang sudah lama tidak memenuhi standar. “Harapan kami ke pemerintah daerah mudah-mudahan renovasi papan panjat tebing di Buleleng ini bisa terwujud pada 2026,” kata Yudiatmika.

Sementara itu, Ketua Pengkab FPTI Buleleng Hj Wahjoedi menegaskan renovasi wall panjat Buleleng yang sudah disiapkan anggaran di tahun 2025 ditunda karena bertabrakan dengan dua agenda besar: Seperti Training Center Porprov dan penyelenggaraan sirkuit. Selain juga karena alasan teknis lainnya.

Renovasi akan dikebut awal 2026, dengan target memboyong satu kejuaraan nasional ke Bumi Panji Sakti. Ia memastikan anggaran renovasi tetap aman sesuai kesepakatan. Semenagtra itu  khusus untuk sirkuit, tuan rumah FPTI Buleleng menurunkan 31 atlet. Puluhan atlet itu turun di tiga nomor yakni boulder, lead, dan speed, mulai jenjang SD hingga 19 tahun. Dengan persaingan ketat dari Badung, Denpasar, dan Jembrana, FPTI Buleleng menargetkan finis minimal peringkat dua pada grand final tahun ini.

Ketua Umum KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja menyebut ajang ini menjadi ruang uji coba penting bagi atlet daerah. “Ini kesempatan bagi adik-adik kita menunjukkan hasil latihan. Kita juga punya dua maskot, Desak Rita dan Adiasih, yang menjadi motivator atlet Buleleng dan Bali,” ujar Wiratmaja. 7 k23

Komentar