nusabali

Dapur Roboh, Rumah Tertimpa Pohon

  • www.nusabali.com-dapur-roboh-rumah-tertimpa-pohon

Dapur tersebut sudah tidak digunakan untuk aktivitas memasak sehari-hari sehingga tidak ada korban jiwa.

NEGARA, NusaBali
Dua kejadian bencana alam terjadi berturut-turut di Kabupaten Jembrana akibat dampak ekstrem yang melanda wilayah Bali bagian barat dalam sepekan terkahir ini. Sebuah bangunan dapur semi permanen dilaporkan roboh di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo.

Kemudian ada bangunan rumah warga di Desa/Kecamatan Melaya tertimpa pohon tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut. Dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana yang menerima laporan pada Jumat (12/12), telah turun melakukan kaji cepat ataupun penanganan terhadap insiden di lokasi berbeda tersebut. 

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Jumat (12/12), membenarkan adanya dua kejadian yang dipicu oleh tingginya curah hujan itu.

Kejadian pertama terjadi di rumah I Wayan Suanda, 81, di Banjar Pangkung Lubang, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo. Bangunan dapur semi permanen milik warga lanjut usia itu ambruk setelah diterjang hujan deras pada Rabu (10/12) malam sekitar pukul 20.00 Wita

"Dari hasil kaji cepat TRC (Tim Reaksi Cepat) Regu II BPBD Jembrana, robohnya dapur itu akibat hujan lebat ditambah kondisi beberapa kayu bangunan yang sudah lapuk. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 7.000.000," ucap Agus Artana.

Foto: Petugas BPBD Jembrana saat menangani pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah warga di Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya, Jumat (12/12). -IST

Beruntungnya, bangunan dapur tersebut sudah tidak digunakan untuk aktivitas memasak sehari-hari sehingga tidak ada korban jiwa. Tim BPBD juga langsung menyerahkan bantuan paket sembako dan terpal kepada korban.

Sementara kejadian kedua, adalah pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya, pada Kamis (11/12) malam sekitar pukul 22.30 Wita. Pohon santen dengan panjang sekitar 25 meter dan berdiameter 40 centimeter, tumbang menimpa atap rumah tempat tinggal Suparmanto dan juga bangunan WC.

Peristiwa pohon tumbang ini juga dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi gembur dan tidak mampu menahan beban pohon. Tim TRC Regu I BPBD Jembrana dan Pusdalops segera melakukan penanganan dan kaji cepat pada Jumat kemarin. 

Akibat kejadian tersebut, bagian atap rumah berukuran 6 meter x 8 meter termasuk bangunan WC mengalami kerusakan, dengan perkiraan total kerugian Rp 645.000. Korban pun dinyatakan membutuhkan bantuan paket sembako, matras, dan terpal yang juga sudah diproses. 

"Untuk permohonan perbaikan akan diajukan ke PMI Kabupaten Jembrana," ucap Agus Artana. Agus Artana menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kedua kejadian itu. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat selalu waspada dan melakukan mitigasi dini. Mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.7ode

Komentar