nusabali

PPIT Bangun Hubungan Kemanusiaan Bali-Tiongkok

  • www.nusabali.com-ppit-bangun-hubungan-kemanusiaan-bali-tiongkok

DENPASAR, NusaBali - Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT) Bali menjadi wadah hubungan bilateral Bali (Indonesia) dengan Tiongkok yang lebih dari sekadar formal.

PPIT Bali membangun kemitraan kedua pihak berdasar pada kemanusiaan dan keadaban.  Hal itu terungkap saat acara pengukuhan kepengurusan PPIT Bali periode 2025–2029 di Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (11/12). 

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali Gede Adhi Tiana Putra menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan gerak langkah PPIT dalam memperkuat jembatan komunikasi persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok. “Kontribusi PPIT tidak berhenti pada ruang diplomasi formal, namun menyentuh jantung hubungan kemanusiaan yang mampu menjadikan ruang dialog, memperluas pengertian lintas budaya, mempererat ikatan sosial yang kokoh serta berkelanjutan,” ujar Adhi Tiana saat menyampaikan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster.  

Di Bali, perjalanan PPIT menandai kemitraan yang semakin kuat dan semakin dewasa. Banyak kegiatan yang telah dilakukan seperti pertunjukan budaya, lomba kesenian, kerja sama ekonomi kreatif dan investasi. Saat pandemi Covid-19 PPIT Bali berperan menjadi jembatan penghubung bantuan pengobatan dan alat kesehatan dari Tiongkok. “Dengan karakter Bali sebagai ruang harmoni diharapkan kegiatan ke depan mampu memperkuat hubungan antarbangsa yang lebih manusiawi dan lebih berkeadaban,” ujar Adhi Tiana.

Prosesi pengukuhan pengurus PPIT Bali dipimpin Ketua Umum PPIT Pusat, Duta Besar Al Busyra Basnur. Turut hadir Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng, akademisi, serta sejumlah tokoh masyarakat. Ketua PPIT Bali Yetty Minawati juga menekankan pentingnya suasana kekeluargaan sebagai kekuatan utama organisasi. Ia menyebut hubungan Indonesia–Tiongkok tidak cukup dibangun melalui kerja sama formal, melainkan memerlukan kedekatan emosional dan ruang perjumpaan yang hangat. “Persahabatan yang kita bangun bukan sekadar kerja sama formal, melainkan hubungan yang penuh kedekatan dan keterbukaan. Semoga suasana ini terpelihara, menjadi energi positif bagi langkah-langkah kita empat tahun ke depan,” ujar Yetty dalam sambutan usai dilantik.

Ia berharap PPIT Bali dapat menjadi ‘rumah bersama’ yang memungkinkan setiap anggota berkontribusi tanpa sekat. Dengan dukungan Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Bali, ia optimistis hubungan Indonesia–Tiongkok tidak hanya tumbuh di ranah diplomatik dan ekonomi, tetapi juga dalam pemahaman budaya dan hubungan antarmasyarakat.adi

Komentar