nusabali

Atasi Banjir, Badung Rancang Tambah Pompa Air

  • www.nusabali.com-atasi-banjir-badung-rancang-tambah-pompa-air

MANGUPURA, NusaBali - Dalam penanganan banjir yang tidak bisa diprediksi kapan terjadi, Pemerintah Kabupaten Badung merancang penambahan pompa berkapasitas besar, selain melakukan normalisasi sungai. Armada pompa berkapasitas besar ini bertujuan untuk mempercepat aliran air menuju laut.

“Pompa ini berkapasitas sekitar 30 ribu liter per detik dan dapat membantu mempercepat pembuangan air langsung ke laut. Kalau terjadi banjir seperti sekarang, air bisa lebih cepat kita tarik dan kita buang,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Kamis (11/12).

Bupati menyebut banjir yang melanda beberapa wilayah bukan hanya dipicu intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga akibat sedimentasi pada aliran sungai serta kurang optimalnya pemeliharaan sungai selama ini. Kondisi tersebut menyebabkan daya tampung sungai menurun, sehingga air meluap ke pemukiman. Makanya, normalisasi saat tengah dikebut oleh pemerintah.

Selain normalisasi dan rencana penambahan pompa air, sejumlah alat seperti eskavator amfibi kembali dibeli Pemkab Badung untuk melakukan pengerukan sidementasi di alur Tukad Mati. 

Eks Sekda Badung itu melanjutkan, khusus untuk penanganan banjir, Pemkab Badung telah melakukan persiapan sejak Tahun Anggaran 2025, termasuk mengalokasikan anggaran melalui Perubahan APBD untuk kegiatan normalisasi di sejumlah aliran sungai. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai jalur utama pembuangan air. 

“Kita sudah melakukan persiapan sejak 2025, termasuk menambah anggaran di perubahan APBD untuk normalisasi di sepanjang sungai. Termasuk di 2026 ini kita sudah pasang anggaran Rp 200 miliar lebih untuk menambah pompa di hilirnya sungai itu,” ungkap Bupati Adi Arnawa.

Meski penanganan sungai tidak sepenuhnya menjadi kewenangan kabupaten, namun Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten sebagai bentuk tanggung jawab melindungi masyarakat Badung. “Orang tidak melihat itu kewenangan siapa, yang mereka tahu ini terjadi di Badung. Karena itu kita ambil langkah-langkah konkret,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan persiapan yang kita lakukan, kalau ada ujian lagi, kita bisa mengatasinya,” harap bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan itu. 7 ind

Komentar