nusabali

Banjir Terjang 2 Desa di Kecamatan Manggis

Pasca-Banjir Kawasan Crystal Bay Mulai Pulih

  • www.nusabali.com-banjir-terjang-2-desa-di-kecamatan-manggis

AMLAPURA, NusaBali - Banjir kembali melanda Desa Antiga dan Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Kamis (11/12).

Tak hanya merendam sejumlah rumah warga, air dari Sungai Betel juga meluap hingga ke jalan raya menyebabkan arus lalulintas Amlapura-Denpasar sempat terhambat. 

Banjir ini terjadi setelah hujan lebat yang turun sejak pukul 13.00 Wita, sehingga Sungai Betel mendapatkan kiriman air cukup besar hingga meluap ke jalan raya. Luberan air hingga ke jalan seperti terpantau di jalan Banjar Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Sebuah mobil sempat terdorong banjir, tetapi tidak sampai hanyut terlalu jauh.

Sedangkan kandang yang berisi babi siap panen di Banjar Tengading, Desa Antiga juga dilaporkan terendam. Pemiliknya pun sibuk mengevakuasi ternak babi miliknya ke tempat aman. Sedangkan tembok panyengker SMPN 3 Manggis di Banjar Kelod, Desa Antiga jebol akibat diterjang air dari Sungai Betel. Akibatnya, air, lumpur dan sampah masuk halaman sekolah. 

Camat Manggis I Putu Eka Putra Tirtana mengatakan, banjir kembali terjadi di Desa Antiga dan Desa Antiga Kelod, tetapi tidak separah yang terjadi 10 September 2025 lalu. "Akibat hujan lebat, air Sungai Betel meluap hingga ke jalan raya, itu berlangsung sebentar," katanya. Tirtana mengaku masih melakukan pengecekan dampak banjir ke rumah-rumah warga terutama di kedua desa itu.

Aparat TNI/Polri bersama warga bergotong royong bersihkan material banjir di kawasan Pantai Crystal Bay, Nusa Penida, Kamis (11/12). -IST 

Secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem I Nyoman Soko Wijaya mengakui air Sungai Betel sempat meluber sampai ke jalan raya yang menggenangi akses jalan Amlapura-Denpasar. "Air mulai surut, arus lalulintas Amlapura-Denpasar telah normal kembali," katanya. Sedangkan pemukiman warga lanjut Soko Wijaya ada yang terendam dengan kedalaman 30 cm-40 cm, terutama di Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, dan Banjar Tengading, Desa Antiga. "Warga tidak sampai ngungsi," katanya.

Hanya saja lanjut Soko Wijaya belum bisa memberikan keterangan, secara detail mengenai kondisi warga di dua desa itu, sebab masih melakukan pendataan di lapangan. Warga telah melakukan evakuasi mandiri, terutama melakukan penyelamatan ternak babi peliharaannya yang tenggelam di Banjar Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis. 

Sementara itu di Nusa Penida Klungkung, kondisi kawasan wisata Pantai Crystal Bay, Desa Sakti, Nusa Penida, mulai berangsur pulih setelah tersapu banjir, Senin (8/12). Sejak peristiwa itu, aparat Polsek Nusa Penida bersama unsur TNI, perangkat desa, dan warga sekitar setiap hari turun tangan melakukan pembersihan material banjir yang menumpuk di sepanjang area pantai. Sisa-sisa sampah dan material kayu lainnya yang belum tertangani, akan dilanjutkan kembali penanganannya, Jumat (12/12) ini. 

Upaya ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan wajah Crystal Bay yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Kapolsek Nusa Penida AKP I Ketut Kesuma Jaya, Kamis (11/12) mengatakan pembersihan harus terus dilakukan, karena banjir kiriman dari hulu ini membawa banyak tumpukan sampah plastik, dedaunan, hingga batang dan ranting-ranting pohon dari kawasan perbukitan. Material bercampur lumpur kian menyulitkan penanganan, sehingga tidak bisa dilakukan sekaligus. 

Akses masuk menuju pantai, area parkiran, deretan warung, hingga jalur setapak menuju bibir pantai berubah menjadi hamparan material banjir yang menghambat aktivitas warga dan wisatawan. Setelah tiga hari penanganan, AKP I Ketut Kesuma Jaya menegaskan wajah Crystal Bay mulai pulih. "Bencana ini harus dihadapi bersama. Melalui sinergi dan kerja sama, yang rusak bisa diperbaiki dan yang terdampak bisa kembali bangkit. Yang terpenting, kita hadir untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Terpisah Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem di Bali akibat munculnya Bibit Siklon Tropis 93S pada 11-18 Desember 2025. “Kami imbau selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian dapat berlangsung lancar dan aman,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis kemarin.

BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode perkiraan itu. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, kata dia, BBMKG Wilayah III menyebutkan bibit siklon tropis itu terpantau di Samudera Hindia selatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibatnya, lanjut dia, terjadi pertemuan massa udara dan belokan angin di Bali. 7 k16, k24, ant 

Komentar