TPA Buka Tutup, Truk Sampah Mengular di Pasar Badung
Perumda Pasar akan Lakukan Pembatasan Sampah Pasar
DENPASAR, NusaBali - Antrean panjang truk sampah kembali terjadi di kawasan Pasar Badung dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu situasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang belum stabil dan kerap mengalami kemacetan.
Dari pantauan truk-truk bermuatan sampah masih terparkir di basement Pasar Badung hingga pelataran barat pasar. Hal itu membuat pedagang yang berjualan di pelataran pasar malam kesulitan. Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata alias Gus Kowi, Kamis (11/12) menjelaskan antrean terjadi akibat akses menuju TPA yang tidak menentu. Kadang lancar, namun sering tersendat karena perbaikan jalan dan kondisi lapangan yang labil.
“Beberapa hari lalu sempat lancar, sekarang tidak jalan lagi. Ada perbaikan jalan ke TPA yang membuat pelayanan tersendat,” ujarnya. Perumda setiap harinya mengangkut sekitar 15 ton sampah dari 16 pasar tradisional. Namun dalam beberapa hari terakhir, pengangkutan tidak berjalan optimal. “Sempat lancar, tetapi dari Rabu kemarin menumpuk lagi karena truk tidak bisa masuk TPA,” kata Gus Kowi.
Menjelang rencana penutupan sementara TPA Suwung pada 23 Desember 2025, Perumda mulai menyiapkan kebijakan pembatasan sampah dari pedagang. Gus Kowi menegaskan pasar tidak lagi mampu menampung sampah dalam jumlah besar saat pengolahan di TPA terhenti. “Di Perumda saya upayakan teba modern, tapi pasti ada sisa. Kami tidak bisa memproses semua sampah dengan cepat. Ke depan kemungkinan pedagang akan dibatasi membawa sampah ke pasar,” jelasnya. Dia mencontohkan, pedagang sayur diminta membawa pulang kembali bagian sayuran yang tidak layak jual.
“Yang dibawa hanya yang fresh. Pedagang bermobil juga diarahkan agar tidak membawa sampah ke pasar,” tegasnya. Perumda juga menghitung kebutuhan lahan untuk pembangunan teba modern di tiap pasar. Meski begitu, dia mengakui tetap akan ada sisa sampah yang perlu dicarikan solusi. “Pasti ada sisa. Dan sisa itu dibawa ke mana, sedang kami kaji,” tambahnya.
Sementara Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLHK Provinsi Bali, Ni Made Armadi mengatakan akses ke TPA Suwung sebenarnya sudah kembali lancar sejak siang hari. Namun kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi membuat area tersebut mudah kembali becek. “Masih becek karena jalan labil. Diurug, kembali lagi. Tapi sekarang sudah lancar. Pagi tadi terjadi peluberan sebab hari Rabu ada penutupan karena penataan sehingga Kamisnya sempat meluber. Cuaca juga sangat berpengaruh,” jelasnya. 7 mis
Komentar