nusabali

Karangasem Terapkan Digitalisasi Pembelajaran

  • www.nusabali.com-karangasem-terapkan-digitalisasi-pembelajaran

AMLAPURA, NusaBali - Beberapa sekolah di Karangasem  menerapkan digitalisasi pembelajaran, dimulai semester II tahun ajaran 2025/2-26. Sebab pemerintah pusat telah membantu perangkatnya.

Banyak keuntungan didapatkan dengan digitalisasi pembelajaran itu. Salah satunya materi bahan ajar tanpa batas karena terhubung internet. “Ya, mulai semester II nanti, Karangasem memberlakukan digitalisasi pembelajaran. Semua sekolah telah dapat bantuan seperangkat alat IFP (interactive flat panel),” jelas Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Karangasem I Gusti Bagus Putra, di sela-sela memberikan pembekalan tata cara mengoperasikan perangkat IFP, di SMPN 5 Amlapura, Jalan Cempaka, Amlapura, Kamis (11/12).

Di Karangasem ada 34 SMP negeri, 5 SMP swasta, 2 MTs, 11 SMP Negeri Satu Atap, 5 SMP Terbuka, dan 1 SMP Luar Biasa, sebanyak itu telah dapat bantuan perangkat IFP. Tahap awal mengundang seluruh Kasek SMP dan pengawas diberikan pembekalan tata cara mengoperasikan perangkat IFP.

Selanjutnya mengundang guru dari masing-masing sekolah, agar mampu mengoperasikan perangkat IFP itu.

Perangkat IFP itu, kata Bagus Putra, merupakan alat digunakan untuk transformasi pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai papan tulis digital, bisa juga untuk interaktif. Karena ada aplikasi asalkan terhubung internet.

Dengan itu, kata dia, nantinya mampu membuat proses belajar mengajar lebih modern, interaktif, mudah diakses dan relevan meningkatkan kualitas dan mengatasi ketertinggalan. Dengan papan tulis digital IFP mampu mengakses sumber belajar secara global melalui internet, melalui platform merdeka belajar.

“IFP itu merupakan layar sentuh digital modern ukuran 75 inch, menggabungkan fungsi monitor komputer, papan tulis dan proyektor menjadi satu alat serbaguna,” ujar Bagus Putra yang Kasek SMPN 1 Abang ini.

Jelas Bagus Putra, perangkat papan tulis digital IFP bisa digunakan menulis, menggambar, pembelajaran daring, dan sebagainya. Layar itu bisa digunakan untuk interaktif. Keunggulannya, kualitas visual lebih baik sehingga pembelajaran nanti bisa lebih menarik, aktif, dan kolaboratif. 

Kasek SMPN 3 Selat I Komang Gede Sudarsana mengatakan, perangkat IFP telah diterima dan tinggal pengoperasiannya. “Terpenting kan syaratnya ada jaringan internet,” jelasnya.

Begitu juga menurut Kasek SMPN 6 Abang I Putu Setia Budi. “Ya, internet sudah ada, makanya perangkat alat IFP itu nantinya bisa dioperasikan,” jelas Setia Budi. Hal sama diungkapkan Kasek SMPN 3 Kubu I Nyoman Sukadana dan Kasek SMPN 3 Bebandem I Made Wijana. “Alatnya telah diinstal, tinggal mengoptimalkan cara mengoperasikannya,” jelas Wijana.7k16

Komentar