nusabali

Sangeh Monkey Forest Perketat SOP Evakuasi Wisatawan pasca Musibah Pohon Tumbang

  • www.nusabali.com-sangeh-monkey-forest-perketat-sop-evakuasi-wisatawan-pasca-musibah-pohon-tumbang

MANGUPURA, NusaBali.com – DTW Alas Pala Sangeh (Sangeh Monkey Forest) melakukan pengetatan standard operational procedure (SOP) evakuasi wisatawan dari areal hutan pala demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengetatan SOP evakuasi ini menyusul puluhan pohon tumbang akibat angin puting beliung yang terjadi di dalam hutan pala Sangeh, Rabu (3/12/2025) lalu. Bencana tersebut berujung tragedi ketika satu staf pengelola menjadi korban jiwa di bawah bangunan ambruk yang tertimpa pohon tumbang.

Meski memakan korban jiwa dari pihak pengelola, masih dapat disyukuri lantaran wisatawan yang ada di objek wisata saat kejadian berhasil dievakuasi. Namun, peristiwa tersebut juga menjadi pelajaran bagaimana SOP evakuasi ke depan supaya tidak ada korban jiwa lagi.

Ketua Pengelola Sangeh Monkey Forest IB Gede Pujawan menuturkan, pihaknya melakukan pengetatan SOP evakuasi. “Kami mempertegas kapan saatnya mengevakuasi tamu. Ketika hujan, sekarang seluruh tamu dan staf harus keluar dari hutan,” ungkapnya ketika ditemui, Kamis (11/12/2025).

Sebelum musibah, Rabu lalu, terjadi—kegiatan di dalam hutan ketika hujan masih sedikit longgar. Hal ini terlihat dari adanya staf yang berteduh di bale gong Pura Pucak Sari yang berada di tengah hutan pala ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

“Kami juga akan memasang alarm sebagai sinyal atau kode bagi tamu dan staf harus keluar dari areal hutan,” lanjut Pujawan.

Selain memasang alarm, Pujawan juga membuka opsi memberikan peringatan melalui pengeras suara dengan pesan imbauan. Dengan demikian, tidak menimbulkan kepanikan berlebih ketika evakuasi perlu dilakukan.

Sementara itu, Sangeh Monkey Forest sudah menerapkan asuransi jiwa bagi wisatawan. Asuransi itu tercakup dalam tiket masuk yang dibayarkan yakni anak-anak domestik Rp5.000, dewasa domestik Rp15.000, anak-anak mancanegara Rp15.000, dan dewasa mancanegara Rp30.000.

“Sehingga ketika wisatawan itu ada kontak dengan monyet, dapat kami tangani dengan cepat tanpa dipungut biaya (tambahan),” tandas Pujawan. *rat

Komentar