BPBD Klungkung Evakuasi Anjing di Sumur Sedalam 15 Meter
SEMARAPURA, NusaBali - Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung menuruni sumur sedalam sekitar 15 meter untuk mengevakuasi anjing di Dusun Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (10/12).
Anjing peliharaan warga jatuh ke sumur saat mengejar kucing, Selasa (9/12) malam. Pemilik anjing, Ni Kadek Ayu Mia Darmayanti, sudah berusaha menyelamatkan peliharaannya, namun kedalaman sumur sekitar 15 meter membuat penyelamatan mustahil dilakukan tanpa bantuan petugas.
Ayu Mia melapor ke BPBD Klungkung untuk minta bantuan. Setelah menerima laporan, Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada langsung memerintahkan anggota TRC menuju lokasi di Gang Djelantik, Dusun Pangi. “Situasinya cukup darurat karena hewan itu sudah di dasar sumur cukup lama. Kalau anjingnya tidak dievakuasi, sumurnya juga tidak bisa digunakan,” ujar Widiada. Sumur itu memang dibuat cukup dalam karena di daerah perbukitan.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan warga telah berkumpul di sekitar mulut sumur dengan wajah cemas. Dari dalam sumur yang gelap dan lembap, terdengar rintihan anjing masih hidup meski kondisinya lemah. Anggota TRC segera menyiapkan perlengkapan rescue. Helm, tali, headlamp, harness, dan alat pengaman lainnya dikeluarkan dari mobil operasional. Anggota lebih dulu memastikan struktur sumur aman untuk proses turun naik agar tidak menimbulkan risiko tambahan.
Salah seorang anggota TRC mengenakan perlengkapan lengkap sebelum perlahan menuruni bibir sumur yang licin. Ruang yang sempit, kedalaman cukup ekstrem, serta pencahayaan minim membuat proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Warga membantu menjaga stabilitas tali agar petugas dapat mencapai dasar sumur tanpa hambatan. Beberapa menit kemudian, petugas berhasil menemukan anjing itu. Hewan ini kemudian dipasangkan sling penyelamatan khusus agar aman saat diangkat ke permukaan. Proses penarikan berjalan menegangkan, namun akhirnya anjing muncul di mulut sumur disambut sorak syukur warga.
Pemilik lega karena hewan kesayangannya berhasil diselamatkan setelah semalaman terjebak. Bagi warga Dusun Pangi, aksi penyelamatan ini menjadi bukti kuat bahwa kepedulian tak mengenal batas, bahkan ketika yang diselamatkan adalah seekor hewan. “Yang terpenting adalah memastikan setiap laporan masyarakat ditangani cepat, termasuk penyelamatan hewan. Itu bagian dari tugas kemanusiaan,” tegas Widiada. 7 k24
Komentar