SMPN 2 Busungbiu Dicanangkan Jadi Sekolah Rujukan Google qBupati Sutjidra Janjikan 100 Chromebook
SINGARAJA, NusaBali - SMPN 2 Busungbiu diproyeksikan menjadi Sekolah Rujukan Google. Komitmen itu ditegaskan Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, SpOG, yang berjanji memberikan bantuan 100 unit Chromebook saat meninjau sekolah tersebut, Selasa (9/12).
“Kami ingin fasilitas digital di kecamatan juga kuat. SMPN 2 Busungbiu harus bisa mengikuti jejak SMPN 1 Sukasada yang sudah menjadi Sekolah Kandidat Rujukan Google,” kata Bupati Sutjidra.
Bupati menyebut penguatan sarana teknologi menjadi bagian dari pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Buleleng. “Anak-anak kita harus mendapatkan akses pembelajaran yang sama. Dengan Chromebook, guru dan siswa bisa mengembangkan pembelajaran berbasis digital yang lebih maju,” tegas Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.
Selain dukungan perangkat digital, Bupati juga menegaskan komitmen pengembangan karakter dan budaya siswa. Pada tahun anggaran 2026, sekolah ini akan disiapkan untuk menerima bantuan perangkat alat kesenian baleganjur. “Kita tidak hanya dorong teknologi, tetapi juga literasi budaya. Keseimbangan itu penting,” ujarnya.
Sutjidra menegaskan pembangunan pendidikan tidak hanya terpusat di kota, tetapi menyeluruh hingga pelosok. Dia menginginkan setiap kecamatan punya sekolah unggulan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sutjidra juga meninjau hasil revitalisasi fisik SMPN 2 Busungbiu yang telah rampung 100 persen.
Revitalisasi senilai Rp 351 juta lebih itu mencakup pembangunan ruang UKS dan rehabilitasi ruang perpustakaan. Revitalisasi yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat, bertujuan agar ruang belajar lebih layak dan nyaman. Sehingga dapat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran.
Sementara itu, agenda peninjauan di Busungbiu diawali dengan kunjungan ke SDN 3 Tista. Revitalisasi di sekolah dasar itu mencapai Rp 988 juta lebih, meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, ruang administrasi, ruang UKS, toilet, dan pengadaan meubelair.
Bupati meminta seluruh unsur terkait mengawal proyek agar sesuai jadwal. “Saya minta kepala sekolah, perbekel, dan camat terus memantau. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dan dengan kualitas yang baik,” tegas Sutjidra.7 k23
Komentar