nusabali

Bupati Badung Nangkil di Pura Luhur Uluwatu

Doakan Keselamatan dan Kemajuan Pariwisata Bali

  • www.nusabali.com-bupati-badung-nangkil-di-pura-luhur-uluwatu

MANGUPURA, NusaBali - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah di Kabupaten Badung nangkil (melaksanakan persembahyangan) bersama serangkaian Pujawali Ida Batara di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (9/12) siang.

Turut hadir dalam Pujawali tersebut Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, Ketua TP PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa, serta jajaran perangkat daerah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Panglingsir Puri Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Pangemong dari Desa Adat Pecatu dan ratusan krama pamedek.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan kehadirannya bersama jajaran perangkat daerah, bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Batara yang malinggih di Pura Luhur Uluwatu agar diberikan anugerah keselamatan, kesejahteraan, serta kekuatan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Badung. “Kami hadir bersama Sekda Badung dan seluruh perangkat daerah untuk memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar memberikan kesejahteraan dan kekuatan kepada kita semua, serta agar kita terhindar dari bencana alam yang sekarang ini banyak menimpa wilayah di Nusantara ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Selasa (9/12) siang. 

Bupati asal Desa Pecatu itu juga berharap pihaknya diberikan kekuatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kabupaten Badung. Selain itu, dia juga mendoakan agar pariwisata Bali semakin meningkat dan bencana alam dijauhkan dari Bumi Nusantara. “Mudah-mudahan kita diberikan suatu kekuatan agar kita bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat kita di Kabupaten Badung pada khususnya dan pariwisata Bali semakin meningkat. Yang paling penting, bencana alam dijauhkan di bumi Nusantara ini,” harapnya.

Sementara itu, Panglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko menjelaskan bahwa Pujawali di Pura Luhur Uluwatu digelar secara rutin setiap enam bulan sekali. Pada Pujawali kali ini, rangkaian upacara dikemas dalam bentuk Padudusan Alit, sementara Padudusan Agung direncanakan akan dilaksanakan pada Juli 2026 mendatang.

Dia merinci, rangkaian Pujawali diawali dengan nedunan (menurunkan) pratima Ida Bhatara pada pukul 08.00 Wita, kemudian bergerak (lungga) dari Pura Parerepan menuju Pura Beji untuk melaksanakan upacara masuci. “Upacara masuci kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Pura Beji yang baru, setelah sebelumnya dilakukan prosesi melaspas enam bulan lalu. Ini dilakukan karena Pura Beji yang baru ada di sebelah barat dari pada Pura Beji yang sudah ada (lama, red),” ujarnya.

Selanjutnya, Ida Bhatara menuju Pura Luhur Uluwatu sekitar pukul 11.00 Wita untuk melanjutkan rangkaian Pujawali. Pujawali ini juga dirangkaikan dengan upacara Mulang Pakelem yang dilaksanakan langsung ke tengahing segara (tengah laut) tepatnya di akses Seawall yang dibangun Pemerintah Kabupaten Badung. Turah Joko menambahkan, pihaknya bersama Desa Adat Pecatu juga kembali memberlakukan sistem kartu bagi umat guna menjaga ketertiban dan kenyamanan selama berlangsungnya Pujawali.@ol3.

Komentar