nusabali

Maling Gasak Pura Desa Kaba Kaba

  • www.nusabali.com-maling-gasak-pura-desa-kaba-kaba

Dari hasil pengecekan, almari piyasan ternyata tidak terkunci akibat kuncinya rusak.

TABANAN, NusaBali
Pura Desa, Desa Adat Kaba - Kaba di Desa Kaba - Kaba l, Kecamatan Kediri Tabanan, diobok - obok maling. Akibatnya ceniga, tamiang, gerentengan yang berisi ribuan uang kepeng lenyap. Total uang kepeng yang berhasil dibawa kabur sebanyak 1.840 kepeng. Ceniga, Tamiang, dan Gerentengan ini adalah atribut dari Wastra pura. 
 
Informasi dihimpun pura diketahui kemalingan pada Selasa (9/12) sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu warga I Made Gunastra, 64, warga Banjar Dualang datang ke Pura Desa hendak mebanten. Seusai melakukan persembahyangan, dia melihat sebuah ceniga dari ental di halaman pura dan bermaksud menyimpannya di lemari belakang piasan. Namun, saat membuka almari, Gunastra terkejut karena ceniga berisi uang kepeng yang sebelumnya disimpan di dalam almari tersebut sudah tidak ada.

Dari hasil pengecekan, almari piyasan ternyata tidak terkunci akibat kuncinya rusak, sehingga memudahkan pelaku mengambil barang-barang sakral tersebut. Barang yang hilang meliputi 8 buah ceniga berisi 728 kepeng, 16 anak ceniga berisi 512 kepeng, 4 tamiang berisi 216 kepeng, dan 16 gerentengan berisi 384 kepeng Total uang kepeng yang raib mencapai 1.840 kepeng, dengan estimasi kerugian sekitar Rp25 juta. Barang-barang tersebut terakhir diketahui masih lengkap pada 29 November 2025, usai Hari Raya Kuningan.
 
Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana membenarkan laporan pencurian tersebut dan menyebutkan bahwa pelaku masih dalam penyelidikan.  Polisi telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Tabanan, serta mencari jejak sidik jari di sekitar lemari penyimpanan. "Yang hilang tidak pratima tetapi bagian dari wastra yang berisi uang kepeng," ujarnya. 
 
Akibat peristiwa ini pihak kepolisian mengimbau pengempon pura serta masyarakat setempat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada fasilitas penyimpanan benda-benda sakral yang rentan menjadi sasaran pencurian. "Pelaku dengan mudah masuk karena almari Bale Piasan tidak terkunci," tegasnya.7des

Komentar