Aksi Motor Nyaris Tabrak Polisi Viral, Flobamora Bali Dukung Proses Hukum Pelaku
DENPASAR, NusaBali.com — Aksi membahayakan seorang pengendara sepeda motor yang terekam video dan viral di media sosial memicu reaksi keras berbagai pihak. Dalam video tersebut, pelaku tampak melanggar marka jalan, mengendarai motor tanpa helm, menggunakan kendaraan dengan plat nomor mati, hingga mengarahkan laju motor ke arah polisi lalu lintas (Polantas) seolah hendak menabrak di simpang Bypass Ngurah Rai–Pelabuhan Benoa, Denpasar.
Pelaku diketahui bernama Yulius Moruk (20), asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Unit Lantas Polresta Denpasar.
Dewan Pembina Flobamora Bali menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menindak tegas perbuatan pelaku. Salah satu Dewan Pembina Flobamora Bali, Yosep Yulius Diaz, menegaskan pihaknya tidak menutup mata atas tindakan yang dinilai mencoreng nama baik warga NTT di Bali.
“Kami tidak menutup mata. Pelanggaran ini memalukan dan merusak nama baik warga NTT yang ada di Bali. Karena itu, kami mendorong polisi agar memberikan tindakan hukum yang tegas dan terukur,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Ketua Rumah Besar Flobamora Indonesia (RBFI) sekaligus Dewan Pembina Flobamora Bali, Yusdi Diaz, menegaskan kasus tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kami minta diproses. Jika terpenuhi unsur pelanggarannya, silakan ditahan,” tegas Yusdi.

Pelaku Yulius Moruk yang telah diamankan di Polresta Denpasar. -IST
Ia juga menyarankan agar setelah proses hukum rampung, pelaku dipulangkan ke daerah asal untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindakan serupa di kemudian hari. Namun demikian, Yusdi mengingatkan masyarakat dan para pengguna media sosial untuk tidak menggiring narasi yang mengarah pada generalisasi atau sentimen terhadap pendatang.
“Kami imbau agar tidak membangun framing yang menjurus rasis. Kualitas literasi kita dipertanyakan kalau mudah terprovokasi oleh informasi sepihak,” ujarnya.
Yusdi menekankan pentingnya memperkuat literasi digital agar tidak muncul persepsi liar di ruang publik. “Yang salah adalah individunya, bukan kelompoknya. Hentikan framing dan jangan bawa-bawa hal sensitif,” katanya.
Dewan Pembina Flobamora Bali lainnya, Ardi Ganggas, mengungkapkan pihaknya sempat mengerahkan anggota untuk mencari dan mengamankan pelaku.
“Namun polisi lebih cepat menangkap pelaku. Kalau anggota kami yang duluan menemukan, kami khawatir akan ada risiko lebih besar. Syukurlah aparat bergerak lebih cepat,” ungkap Ardi, yang juga Staf Ahli Wali Kota Denpasar Bidang Kebencanaan.
Komentar