Pura Desa Adat Renon Dibobol Maling
Kerugian secara material akibat pencurian ini belum bisa dihitung totalnya, namun dampak kerugian sakral diperkirakan mencapai ratusan juta.
DENPASAR, NusaBali
Pura Desa Adat Renon, di Jalan Tukad Balian, Banjar Peken, Desa Adat Renon, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, dibobol maling, pada Minggu (7/12) pagi. Ratusan keeping uang kepeng dan satu pasang petapakan (rambut sedana) berbahan uang kepeng raib.
Jro Mangku Made Suartana, 62, ditemui NusaBali di lokasi, Senin (8/12) siang, mengungkapkan peristiwa pencurian ini diketahui sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, Jro Suartana hendak melaksanakan ngaben dari salah satu warga desa. Setiba di Pura, ia melihat pintu gedong (tempat penyimpanan barang sakral) sudah dalam keadaan terbuka. Spontan, ia pun kaget, karena tempat tersebut tidak sembarangan dibuka.
"Setelah saya periksa, ratusan uang kepeng dan satu pasang petapakan berbahan uang kepeng sudah hilang. Saya kemudian menghubungi Jro Bendesa agar bisa melaporkan ke pihak kepolisian," ungkap Jro Suartana.
Saat menunggu polisi datang, salah seorang warga melihat gudang yang berada di sebelah utara pintunya terbuka. Mereka pun menuju gudang tersebut. Setelah dicek tidak ada benda yang hilang.
"Karena melihat gudang tersebut pintunya terbuka, kami mulai curiga pelakunya masuk ke semua gudang. Jadi kami periksa tiga gudang lainnya yang ada di sekitar area Pura. Untuk sementara tidak ada yang hilang selain petakan dan ratusan uang kepeng tadi. Tapi semua pintu gudang dirusak pelaku," bebernya.
Ia menambahkan, kerugian secara material akibat pencurian ini belum bisa dihitung totalnya, namun dampak kerugian sacral mencapai ratusan juta. Ia juga mengungkapkan akibat kejadian ini, pihak desa akan melakukan pembersihan (Ngulap Ngambe).
"Karena dimasuki pencuri, maka kami minimal melakukan upacara pembersihan yang akan dilaksanakan besok (hari ini) yang diikuti Jro Bendesa beserta jajarannya," tutur Jro Suartana.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, menyampaikan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Dikatakannya, tim di lapangan masih mengumpulkan petunjuk. "Petugas di lapangan sedang melakukan penyelidikan," ujarnya.7 cr80
Komentar