nusabali

Operasi Fast Boat Masih Normal

Tinggi Gelombang Selat Bali 2 Meter

  • www.nusabali.com-operasi-fast-boat-masih-normal

Belakangan ini beberapa kali aktivitas penyeberangan fast boat dihentikan petugas.

AMLAPURA, NusaBali
Tinggi gelombang di Selat Lombok mencapai 2 meter, hembusan angin 6-11 knot per jam, dan langit berawan. Namun, 27 fast boat masih normal beroperasi di selat ini.

 "Fast boat masih normal beroperasi, kecuali, tinggi gelombang di atas 3 meter ke atas," jelas Kepala Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai I Ketut Mulyana di ruang kerjanya, Banjar Melanting, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Senin (8/12).

Sesuai ramalan cuaca dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, cuaca di Selat Lombok bagian selatan dengan tinggi gelombang, 1,4-2 meter, langit berawan dengan kecepatan angin 6-11 knot, sedangkan Selat lombok bagian utara dengan tinggi gelombang 0,7-1,2 meter, kecepatan angin 11 knot, dan langit berawan. "Fast boat tetap bisa beroperasi , cuaca landai, tetapi penumpang sepi," jelasnya.

Kata Mulyana, Fast boat yang beroperasi di Pelabuhan Rakyat Padangbai, Banjar Segara, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem menuju Objek Wisata Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok  Utara, NTB. Belakangan ini beberapa kali aktivitas penyeberangan fast boat dihentikan petugas. Jelas Mulyana, karena cuaca di Selat Lombok dengan tinggi gelombang di atas 3 meter. Jika dipaksakan sangat riskan, fast boat bias terbalik. Terakhir aktivitas fast boat ditutup, 6 Agustus 2025.


Sedangkan aktivitas bongkar muat di dua dermaga di Pelabuhan Padangbai, berjalan normal. Selama ini, kata Mulyana, tidak ada gangguan ombak pantai. Pelayanan lancar di tengah sepinya penumpang jelang Hari Natal, Kamis (25/12).

Informasi dari BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Satuan Pelayanan Padangbai, menurut Kepala Satuan BPTD I Ketut Sugiantoro tercatat 8 kapal masuk galangan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Terdiri dari 7 kapal masuk dok, dan 1 kapal menjalani perawatan karena mengalami kerusakan.

Tujuh kapal masuk dok KMP Nusa Penida, KMP Nusa Sakti, KMP Prima Nusantara, KMP Mariana Segunda, KMP Marina Primera, KMP Salindo Mutiara I, dan KMP Parama Kalyani. Sedangkan kapal dalam perawatan, KMP Gading Nusantara.

Ada 26 kapal yang tersedia melayani penumpang di Selat Lombok, mengingat yang masuk dok sebanyak 7 kapal dan masuk perawatan 1 kapal sehingga beroperasi tersisa 18 kapal.

Sedangkan kapal dioperasikan selama 24 jam, sebanyak 13 kapal, dibagi 2 shift, shift I pukul 08.00 Wita-20.00 Wita sebanyak 7 kapal atau 7 trip. Sedangkan shift II pukul 20.00 Wita-08.00 Wita sebanyak 6 kapal atau 6 trip. Katanya masih ada cadangan 3 kapal lagi.7k16

Komentar