nusabali

Dugaan Pemotongan Upah Pematung Taman Mekotek Munggu Ramai di Medsos

Pematung Kaget, Dispar Tegaskan Tak Ada Pemotongan

  • www.nusabali.com-dugaan-pemotongan-upah-pematung-taman-mekotek-munggu-ramai-di-medsos

Koordinator pematung, I Nyoman Ardana, berharap isu tersebut tidak mencemarkan nama baik para pematung yang telah bekerja keras menyelesaikan karya mereka.

MANGUPURA, NusaBali

Isu dugaan pemotongan upah pematung dalam proyek pembuatan Patung Mekotek di Desa Munggu, Badung, tiba-tiba mencuat di media sosial (medsos) dan menimbulkan kegaduhan. Informasi tersebut mengejutkan para pematung yang terlibat dalam proyek tersebut.

Koordinator pematung, I Nyoman Ardana, mengaku tidak tahu darimana asal muasal kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pematung bekerja dan menerima pembayaran sesuai kesepakatan. Dikatakan, kontrak khusus untuk pembuatan patung saja dianggarkan sebesar Rp 500 juta dan sudah sesuai pengerjaan maupun mekanisme pembayaran.

Untuk pembayaran memang disalurkan ke tiang (saya) selaku koordinator. Tidak ada itu (pemotongan, Red), karena saat pembayaran gaji tukang, saya baru minta uang. Untuk beli bahan, saya juga minta uang. Kami kan pekerja istilahnya,” ujarnya dihubungi NusaBali, Senin (8/12).

Ardana mengaku kaget dan heran mengapa isu pemotongan bisa muncul. Sebab seluruh proses pembayaran dilakukan secara terbuka di antara para pekerja. “Berita itu tidak benar. Saya cukup kaget, saya kerja dengan teman-teman di sini kok bisa ada berita seperti ini, kan aneh. Semuanya fair, tidak ada pemotongan seperti itu,” tegasnya.

Ardana berharap isu tersebut tidak mencemarkan nama baik para pematung yang telah bekerja keras menyelesaikan karya mereka. “Kita sudah berkarya. Kita sudah kerja maksimal, terus diisukan seperti ini kan jelek rasanya,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta, mengungkapkan sejatinya pembangunan Patung Mekotek merupakan usulan yang telah dirancang sejak Musrenbangdes hingga proses penganggaran sampai di Dinas Pariwisata Badung. Usulan ini bahkan sudah dirancang sejak tahun 2013 sebagai ikon Desa Wisata Munggu.

Dalam proyek ini, pemerintah menggandeng PT Genta Winangun sebagai penyedia dengan CV Manar Jaya sebagai pengawas. Nilai kontraknya mencapai Rp 2,4 miliar. Namun, nilai kontrak tersebut tak hanya untuk pembuatan patung semata, mengingat rancangan berbentuk Taman Mekotek yang mana ada pekerjaan mayor sebagai pendukung ikon desa tersebut.

Untuk pembuatan patung, ada dua unit patung utama setinggi 3 meter, 17 patung setinggi 2 meter, 15 patung relief setinggi 3,5 meter.

Komentar