ST Taman Arum Gelar Lomba Mancing Berandangan, Gaungkan Kepedulian Lingkungan Subak
SINGASANA, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Taman Arum, Banjar Dinas Samsaman Alas, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan menggelar lomba mancing berandangan kaper di saluran irigasi Subak Samsaman, Sabtu (6/12) malam dan Minggu (7/12) pagi. Kegiatan ini memperebutkan hadiah uang tunai bagi juara I, II, dan III.
Lomba berlangsung selama dua hari, dimulai Sabtu pukul 19.00 WITA dan dilanjutkan Minggu pukul 07.00 WITA. Event ini merupakan pelaksanaan keempat sepanjang 2025 dan menjadi bagian dari penutupan rangkaian kegiatan ST Taman Arum di penghujung tahun.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, serta dihadiri sejumlah tokoh daerah dan masyarakat, antara lain Bendesa Adat Samsaman I Wayan Lara, Perbekel Desa Kukuh I Nyoman Widhi Adnyana, Bhabinkamtibmas I Nyoman Sukanadi, para kelian adat setempat, kepala wilayah, pecalang, pemuda, sponsor, serta ratusan peserta dari berbagai daerah.
Ketua Panitia sekaligus perwakilan ST Taman Arum, I Putu Ricky Adi Pranata (22), mengatakan lomba mancing ini digelar untuk mempererat kebersamaan krama, meningkatkan kreativitas generasi muda, sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM desa.
“Selain sebagai hiburan sehat, kegiatan ini kami jadikan ajang untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan sungai dan subak agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lomba juga menjadi bentuk refleksi atas maraknya bencana banjir di tengah musim hujan, sekaligus sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap keberadaan sungai dan lahan persawahan yang semakin tergerus perkembangan zaman.
“Sekarang banyak area subak dan sungai mulai menyempit bahkan hilang. Melalui lomba ini kami ingin menjaga eksistensinya,” kata Ricky.
Menurutnya, setiap tahun jumlah peserta terus meningkat, konsep acara semakin tertata, dan fasilitas terus dibenahi agar lebih nyaman. Pada lomba kali ini tercatat sekitar 600 peserta, dengan peserta terjauh berasal dari Kota Denpasar.
Panitia menebar sekitar 100 kilogram ikan kaper dan 350 kilogram ikan lele yang diperoleh dari kolam mitra lokal guna menjaga kualitas ikan dan keberlangsungan kerja sama dengan pelaku usaha setempat.
Keunikan lomba ini terletak pada penggunaan ikan kaper sebagai objek pancingan, berbeda dengan lomba pada umumnya yang identik dengan lele, serta pelaksanaan lomba di malam hari yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pemancing.
Ricky menambahkan, panitia juga menerapkan pengelolaan lingkungan selama kegiatan, dengan menyediakan tempat sampah, mengatur pembuangan umpan, memastikan tidak ada limbah berbahaya, serta melakukan pembersihan lokasi setelah acara.
“Kami ingin lomba ini berlangsung bersih, tertib, dan tetap ramah lingkungan,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya berharap lomba mancing berandangan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, aman, dan memberi manfaat sosial.
“Harapannya kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran menjaga alam, menghormati ekosistem air, serta memperkuat semangat Jagat Kerthi untuk kelestarian lingkungan Bali,” pungkas Ricky. *m03
Komentar