nusabali

Jelang Tutup Tahun, Dispar Bali Targetkan Kunjungan Tembus 7 Juta

  • www.nusabali.com-jelang-tutup-tahun-dispar-bali-targetkan-kunjungan-tembus-7-juta

MANGUPURA, NusaBali - Dinas Pariwisata Provinsi Bali optimistis sektor pariwisata di Pulau Dewata terus menguat hingga akhir tahun, seiring masuknya periode high season.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan yang masuk ke Bali menjadi harapan besar bagi pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.

“Harapan kita memang semakin banyak wisatawan yang masuk ke Bali. Itu hal yang baik bagi kita semua,” ujar Sumarajaya belum lama ini. 

Pihaknya memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 akan melampaui capaian 2024. Berbagai persiapan pun telah dilakukan, termasuk tindak lanjut atas edaran dari pemerintah pusat yang akan disosialisasikan kepada pemerintah kabupaten atau kota serta para pelaku usaha pariwisata. “Persiapan-persiapan dari pusat sudah keluar dalam bentuk edaran, itu akan kita sosialisasikan ke kabupaten, pelaku usaha, semuanya,” tuturnya. 

“Kita juga optimistis bisa mencapai 7 juta. Karena itu kita bekerja sama dengan semua pihak. Dukungan dari pelaku usaha, pemerintah daerah, dan juga pers sangat penting untuk terus menyampaikan hal-hal positif tentang pariwisata Bali ke luar negeri,” katanya.

Selain jumlah kunjungan, Pendapatan Wisata Asing (PWA) juga ikut digenjot. Hingga saat ini, realisasi PWA tercatat sudah mencapai sekitar Rp 345 miliar. Pihaknya menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga akhir tahun. “Kita kejar terus setinggi-tingginya agar bisa mencapai target,” ucapnya.

Sumarajaya juga mengimbau seluruh pelaku pariwisata untuk menjaga iklim pariwisata Bali yang menurutnya saat ini sudah jauh membaik. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan, sekaligus menjaga keseimbangan dengan kepentingan masyarakat lokal dan pelestarian budaya. Sebagai upaya menjaga citra pariwisata Bali, Dinas Pariwisata juga dikatakan telah mengeluarkan panduan Do’s and Don’ts bagi wisatawan untuk dijadikan bahan sosialisasi. Aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman etika wisatawan selama berada di Bali, sekaligus memperkuat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Sumarajaya tak memungkiri jika kunjungan wisatawan masih terpusat di wilayah Bali Selatan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemerataan destinasi dengan mengembangkan potensi wisata di wilayah lain. “Kita memang tidak ingin pariwisata terpusat di selatan saja. Destinasi di tempat lain harus dibangun lebih baik lagi agar kunjungan bisa merata,” imbuhnya. 7 ol3

Komentar