Anggaran Penataan Tebing Tusan Rp 10 Miliar
SEMARAPURA, NusaBali - Tebing curam di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung rawan longsor. Setiap hujan deras, material tanah, batu, rumpun bambu kerap terjatuh ke badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat bahkan lumpuh total.
Bupati Klungkung I Made Satria mengungkapkan, penanganan tebing Tusan telah dirancang dan masuk dalam skema pembiayaan tahun 2026. Pemkab Klungkung menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk pekerjaan tersebut.
Anggaran ini bersumber dari pinjaman daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang memang diarahkan untuk proyek penanganan infrastruktur strategis, terutama pada titik rawan bencana. Penataan tebing mencakup penguatan struktur, pembangunan dinding penahan, dan normalisasi area sisi tebing. Pemerintah Kabupaten Klungkung melengkapi dengan sistem drainase vertikal maupun horizontal untuk mengurangi risiko jenuh air saat hujan yang bisa memicu longsor. Harapannya, setelah penanganan rampung, jalur Klungkung–Gianyar tidak lagi menjadi langganan penutupan akibat longsor.
Masyarakat Desa Tusan menanti realisasi perbaikan tebing. Mereka berharap pengerjaan fisik dimulai pada tahun 2026. Dalam beberapa kali peristiwa, longsor dari tebing setinggi sekitar 30 meter itu pernah menutup seluruh badan jalan hingga membuat kendaraan dari dua arah terpaksa putar balik. Material longsor menutup penuh jalur Klungkung–Gianyar, memicu kemacetan panjang dan membuat petugas gabungan harus bekerja berjam-jam untuk menyingkirkan tumpukan material.
Terakhir longsor terjadi pada September 2025. Hujan intensitas tinggi memicu longsor susulan di sisi timur Tukad Melangit, tak jauh dari lokasi sebelumnya. Meski tidak sampai menutup penuh jalan, material longsor membuat badan jalan menyempit dan arus lalulintas merayap. Selain mengancam pengguna jalan, longsor juga berulang kali mengikis senderan dan pekarangan beberapa rumah warga di bibir tebing. Kawasan ini telah lama diidentifikasi sebagai zona rawan gerakan tanah. Kemiringan tebing yang curam, kondisi tanah yang mudah jenuh saat hujan, dan pertumbuhan vegetasi yang tidak stabil membuat tebing mudah runtuh. Karena itu, setiap musim hujan kawasan ini selalu masuk daftar titik siaga. 7 k24
Komentar