Garuda Bangkit di Busung Yeh Kangin, Ogoh-Ogoh Jaladi Yowana Angkat Simbol Negeri
DENPASAR, NusaBali.com – ST Jaladi Yowana, Banjar Busung Yeh Kangin, Jalan Gunung Batukaru, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, menyiapkan ogoh-ogoh untuk menyambut Tahun Baru Caka 1948 atau 2026. Tahun ini, sekaa teruna setempat menghadirkan konsep berbeda dengan mengangkat tokoh Burung Garuda sebagai tema utama karya.
Arsitek ogoh-ogoh Banjar Busung Yeh Kangin, Putu Adi Wibawa (Tuadi), mengatakan tahun ini dirinya kembali dipercaya menggarap ogoh-ogoh setelah sempat vakum pada Caka 1947 lalu.
“Tahun 2025 kemarin saya libur jadi arsitek karena menikah. Astungkara, di Caka 1948 ini saya kembali terjun ke banjar untuk menggarap ogoh-ogoh,” ujar Tuadi.
Ia menjelaskan, tema Garuda dipilih sebagai simbol Pancasila dan refleksi kondisi bangsa saat ini. Meski tema resmi Kesanga Festival 2026 mengangkat unsur air, konsep Garuda tetap relevan karena dalam kepercayaan Hindu, Garuda merupakan wahana Dewa Wisnu, dewa pemelihara sekaligus penguasa air.
“Dalam cerita, Garuda juga dikenal sebagai sosok perkasa yang berjuang mencari Tirta Amerta. Jadi tema ini masih nyambung dengan tema air yang diusung Kesanga Festival,” jelasnya.

Lebih jauh, Tuadi mengungkapkan konsep Garuda juga terinspirasi dari berbagai fenomena nasional, seperti bencana banjir, maraknya korupsi, serta mulai memudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Bukan berarti kami keluar dari kriteria lomba, tapi kami ingin menghadirkan karya yang juga mengajak refleksi tentang kondisi negeri,” katanya.
Untuk tahun ini, ST Jaladi Yowana mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 juta dari tahap awal hingga finishing. Tuadi menegaskan pihaknya tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama.
“Kami tidak terlalu mengejar juara. Yang terpenting karya bisa selesai maksimal dan membawa pesan,” ujarnya.
Saat ini, progres pengerjaan ogoh-ogoh sudah mencapai sekitar 40 persen. Sebagian pengerjaan sebelumnya dilakukan di rumah Tuadi, dan kini proses dilanjutkan di banjar untuk tahap pematangan detail.
Tuadi menilai penyelenggaraan Kasanga Festival 2026 dengan tema air memberi ruang refleksi bagi seniman ogoh-ogoh untuk menguatkan pesan kepedulian terhadap alam.
“Air adalah sumber kehidupan. Tema ini mengajak kita semua untuk lebih introspeksi tentang bagaimana menjaga lingkungan, khususnya sumber daya air,” ucapnya.
Ia berharap Kasanga Festival 2026 dapat terus menjadi ajang yang dinanti para sekaa teruna dan komunitas seni untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.
“Semoga festival ini terus berkembang, menjadi ruang berkarya yang positif, menginspirasi generasi muda, serta menguatkan kesadaran menjaga alam Bali,” pungkasnya. *m03
Komentar