nusabali

Remaja Bali Mengarah ke Diabetes Tipe 2, ZIN Anjurkan Olahraga dan Atur Pola Makan

  • www.nusabali.com-remaja-bali-mengarah-ke-diabetes-tipe-2-zin-anjurkan-olahraga-dan-atur-pola-makan

DENPASAR, NusaBali.com – Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes melitus pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen. Sementara data Kementerian Kesehatan RI mencatat prevalensi sebesar 10,5 persen atau sekitar 27,7 juta orang. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengonfirmasi lonjakan kasus diabetes pada anak yang meningkat hingga 70 kali lipat sejak 2010 hingga 2023.

Di Bali, tren yang mengkhawatirkan juga terlihat pada kelompok usia remaja. Disebutkan, sekitar 75 persen remaja mengarah pada risiko diabetes melitus tipe 2, dipicu oleh perubahan gaya hidup yang cenderung kurang aktif serta pola konsumsi makan berlebih.

Zumba Instructor Network (ZIN) Bali, Kadek Cendrawasih, yang akrab disapa Chika, mengatakan pergeseran gaya hidup menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit metabolik tersebut.

“Kalau dulu orang sakit karena kekurangan makanan, sekarang justru banyak yang sakit karena kebanyakan makan dan minim bergerak,” ujar Chika ditemui saat peluncuran minuman kesehatan Tresna 369 di Denpasar, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, pencegahan diabetes pada usia muda sangat bergantung pada kebiasaan berolahraga secara rutin dan pengaturan pola makan yang sehat. Karena itu, ia menginisiasi pembentukan komunitas olahraga, khususnya aerobik dan zumba, untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.

“Makanya kami mengadakan lomba aerobik bagi pemula. Kegiatannya diawali dengan penimbangan berat badan agar peserta mengetahui kondisi tubuh dan keluhan kesehatan masing-masing,” katanya.

Chika menambahkan, olahraga juga sangat penting bagi kaum perempuan untuk memperkuat otot dan tulang. Seiring bertambahnya usia, perempuan lebih rentan mengalami pengapuran tulang sehingga aktivitas fisik menjadi kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan.

Selain olahraga, ia menekankan pentingnya mengatur asupan makanan. Menurutnya, kebiasaan minum air putih mulai berkurang, sementara konsumsi makanan cepat saji, makanan manis, serta minuman tinggi gula semakin meningkat.

“Sekarang orang lebih suka junk food dan minuman manis. Ditambah lagi, bahan makanan sering terpapar zat kimia, sehingga masyarakat harus lebih selektif memilih konsumsi,” ujarnya.

Ia menyarankan agar masyarakat memperbanyak konsumsi makanan berserat yang bersumber dari bahan alami atau minuman kesehatan yang aman dan teruji.

“Kandungan serat membantu melancarkan pencernaan, sementara kolagen bermanfaat bagi kesehatan kulit. Tidur juga harus cukup dan berkualitas karena sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh,” jelas Chika.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi produk racikan. Masyarakat diminta memastikan produk memiliki izin dari BPOM, melihat rekam jejak testimoni penggunaan jangka panjang, serta mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

“Kalau dikonsumsi sesuai aturan dan kandungannya jelas, aman bagi tubuh,” pungkas Chika. *may

Komentar