nusabali

Layani 6 SPM, Posyandu Paripurna di Desa Sumerta Kauh Ditutup

  • www.nusabali.com-layani-6-spm-posyandu-paripurna-di-desa-sumerta-kauh-ditutup

DENPASAR, NusaBali.com – Kegiatan Posyandu Paripurna di Dusun Eka Dharma, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, resmi ditutup pada Minggu (7/12/2025). Program transformasi posyandu ini tidak hanya melayani penimbangan balita, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.

Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Posyandu Paripurna. 

Menurutnya, posyandu kini menjadi pusat layanan dasar masyarakat sekaligus media pelaporan berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.

“Apapun permasalahan yang ada di Dusun Eka Dharma bisa dilaporkan melalui posyandu. Misalnya jika terdapat lansia terlantar atau anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, semuanya bisa ditangani melalui wadah ini,” ujar Ayu Kristi.

Ia berharap keberadaan Posyandu Paripurna mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar secara berkelanjutan. Setelah masa pendampingan berakhir, masyarakat juga didorong untuk dapat mengelola posyandu secara mandiri.

“Harapannya kegiatan ini tetap berlanjut dan masyarakat dapat melaksanakan secara mandiri guna menjaga kesinambungan pelayanan bagi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sumerta Kauh I Wayan Sentana menegaskan bahwa posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi warga, khususnya kalangan lanjut usia.

“Posyandu ini menjadi sarana berkumpul, berbagi cerita, sekaligus mempererat hubungan sosial, terutama bagi para lansia,” ungkap Sentana.

Selain melayani lansia, ibu hamil dan balita juga memanfaatkan pemeriksaan rutin meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Sentana berharap program tersebut dapat kembali digelar di wilayahnya. “Kami siap melaksanakan Posyandu Paripurna secara mandiri demi menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya. *may

Komentar