Jelang Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Taman Ayun Masih Lesu
MANGUPURA, NusaBali.com – Jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Kawasan Luar Pura Taman Ayun, Desa/Kecamatan Mengwi, Badung belum menunjukkan peningkatan menjelang libur Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pura Taman Ayun merupakan salah satu objek wisata terkemuka di Bali dan menjadi salah satu ikon pariwisata paling dikenal dunia dari Pulau Dewata. Sejak 2012, pura peninggalan Kerajaan Mengwi ini berstatus sebagai situs warisan dunia Unesco.
Namun, arus kunjungan ke Pura Taman Ayun masih lesu setelah melewati masa high season, Agustus lalu, di mana kunjungan dapat tembus 1.500 orang per hari. Manajer DTW Kawasan Luar Pura Taman Ayun Made Bagus Weda Diatmika, 31, menuturkan jumlah kunjungan justru turun 50 persen ketika memasuki bulan Desember ini.
“Justru sepekan terakhir ini kunjungan kami menurun. Kunjungan rata-rata di luar high season itu 400 orang per hari, tetapi belakangan ini kurang dari 200 orang,” tutur Weda ketika ditemui di Pura Taman Ayun, Minggu (27/12/2025).
Weda mengaku kurang memahami penyebab penurunan kunjungan ini. Namun, ia berpendapat, kondisi lingkungan di Bali yang mengalami banjir ketika hujan lebat, ditambah macet, dan bencana lainnya yang cepat viral di media sosial membuat wisatawan berpikir dua kali untuk berwisata ke Pulau Dewata.
Meski begitu, Weda menjelaskan bahwa libur Nataru memang tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan di Pura Taman Ayun. Akan tetapi, jumlah kunjungan akhir tahun ini merosot dibandingkan tahun lalu yang mencapai 500 orang per hari.
Bahkan, hingga Minggu siang pun kunjungan wisatawan ke Pura Taman Ayun baru mencapai 120 orang. Sejumlah kunjungan tersebut didominasi wisatawan asing asal India.
Manajer anyar DTW Kawasan Luar Pura Taman Ayun ini berharap situasi ini dapat berubah—meski ia tidak berharap banyak lantaran kelesuan ini juga sedang dialami objek wisata lain di Bali. Namun, pujawali Pura Taman Ayun, Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (9/12/2025), ini diharapkan dapat jadi angin segar.
“Biasanya kalau ada piodalan itu kunjungan akan meningkat karena ada atraksi budaya, salah satunya mapeed, tetapi kami belum bisa memprediksi akan bagaimana hingga akhir tahun nanti,” jelas Weda.
Sementara itu, kunjungan ke Pura Taman Ayun didominasi wisatawan asing asal Spanyol, India, dan Australia. Akhir tahun, wisatawan Tiongkok biasanya mendominasi—namun kini juga sedang lesu. Sedangkan, wisatawan lokal Bali tidak dihitung dan tidak dikenakan tiket masuk. *rat
Namun, arus kunjungan ke Pura Taman Ayun masih lesu setelah melewati masa high season, Agustus lalu, di mana kunjungan dapat tembus 1.500 orang per hari. Manajer DTW Kawasan Luar Pura Taman Ayun Made Bagus Weda Diatmika, 31, menuturkan jumlah kunjungan justru turun 50 persen ketika memasuki bulan Desember ini.
“Justru sepekan terakhir ini kunjungan kami menurun. Kunjungan rata-rata di luar high season itu 400 orang per hari, tetapi belakangan ini kurang dari 200 orang,” tutur Weda ketika ditemui di Pura Taman Ayun, Minggu (27/12/2025).
Weda mengaku kurang memahami penyebab penurunan kunjungan ini. Namun, ia berpendapat, kondisi lingkungan di Bali yang mengalami banjir ketika hujan lebat, ditambah macet, dan bencana lainnya yang cepat viral di media sosial membuat wisatawan berpikir dua kali untuk berwisata ke Pulau Dewata.
Meski begitu, Weda menjelaskan bahwa libur Nataru memang tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan di Pura Taman Ayun. Akan tetapi, jumlah kunjungan akhir tahun ini merosot dibandingkan tahun lalu yang mencapai 500 orang per hari.
Bahkan, hingga Minggu siang pun kunjungan wisatawan ke Pura Taman Ayun baru mencapai 120 orang. Sejumlah kunjungan tersebut didominasi wisatawan asing asal India.
Manajer anyar DTW Kawasan Luar Pura Taman Ayun ini berharap situasi ini dapat berubah—meski ia tidak berharap banyak lantaran kelesuan ini juga sedang dialami objek wisata lain di Bali. Namun, pujawali Pura Taman Ayun, Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (9/12/2025), ini diharapkan dapat jadi angin segar.
“Biasanya kalau ada piodalan itu kunjungan akan meningkat karena ada atraksi budaya, salah satunya mapeed, tetapi kami belum bisa memprediksi akan bagaimana hingga akhir tahun nanti,” jelas Weda.
Sementara itu, kunjungan ke Pura Taman Ayun didominasi wisatawan asing asal Spanyol, India, dan Australia. Akhir tahun, wisatawan Tiongkok biasanya mendominasi—namun kini juga sedang lesu. Sedangkan, wisatawan lokal Bali tidak dihitung dan tidak dikenakan tiket masuk. *rat
Komentar