nusabali

Abilio Menang Cepat, Vandri Tepati Janji Panggul Lawan

Golden Pryme Wadahi Pertarungan Para Fighter

  • www.nusabali.com-abilio-menang-cepat-vandri-tepati-janji-panggul-lawan

DENPASAR, NusaBali.com – Debut Surya Dharma sebagai promotor melalui ajang Golden Pryme di bawah naungan Uni Combat Council (UCC) berlangsung sukses di Liga Bali Arena, Denpasar, Sabtu (6/12/2025). Event ini mempertandingkan 12 partai dari tiga cabang olahraga bela diri, yakni boxing, muay thai, dan kickstriking, dengan melibatkan petarung profesional dari berbagai daerah di Indonesia.

Partai puncak menghadirkan duel kickstriking antara Abilio Robin Said (Alpha FC) melawan Vandri Waruwu (Nias Alite x ABD). Pertarungan yang sejak awal diprediksi ketat itu justru berakhir cepat setelah Abilio menghentikan perlawanan Vandri pada ronde pertama.

Kemenangan tersebut sekaligus membuktikan sesumbar Abilio yang sebelumnya menyatakan akan menuntaskan duel hanya dalam satu ronde.

“Saya fokus pada game plan sejak awal. Target saya jelas, menyelesaikan laga secepat mungkin,” ujar Abilio.

Sementara itu, Vandri mengakui keunggulan lawannya. Ia menyebut kondisi dirinya kurang ideal akibat minimnya jam tanding serta persiapan terbatas.

“Saya sudah hampir setahun tidak bertanding dan persiapan juga kurang. Abilio tampil lebih siap dan lebih baik,” ucap Vandri.

Usai wasit menghentikan laga, momen unik terjadi. Vandri memanggul Abilio sebagai bentuk realisasi kesepakatan keduanya sebelum tanding, bahwa petarung yang kalah harus menggendong pemenang sebagai simbol sportivitas.

Selain partai utama, duel menarik juga tersaji pada satu-satunya laga Muay Thai Pro yang mempertemukan Komang Saputra alias Logam (Kebo Iwa) melawan Aldonias (ABD Bali), yang akrab dijuluki “Tukang Las.” Meski Logam diunggulkan, keputusan juri justru memenangkan Aldonias, yang tampil efektif sepanjang pertandingan.

Golden Pryme sendiri dibuka lewat pertemuan De Arya (Kebo Iwa) melawan Mark Chapman (Rakhtai MT). Pertarungan berlangsung atraktif dengan jual beli pukulan dan tendangan sejak ronde pertama. Mark Chapman, petarung muda berusia 16 tahun, tampil agresif dan mendapat dukungan dari sejumlah penonton warga negara asing (WNA).

Namun, minimnya pengalaman membuat Mark akhirnya harus mengakui keunggulan De Arya setelah duel tuntas selama tiga ronde.

Promotor Golden Pryme, Surya Dharma, menyampaikan apresiasi atas seluruh petarung yang telah menyukseskan debut penyelenggaraan ini. Mantan petinju juara WBC Asia Youth Super Flyweight itu menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kompetisi bagi fighter lokal, khususnya Bali.

Promotor Golden Pryme, Surya Dharma. 

“Ini debut kami sebagai promotor dan bersyukur bisa berjalan dengan lancar. Mohon maaf jika ada kekurangannya. Ke depan, Golden Pryme akan terus menjadi panggung bagi petarung-petarung Bali dan Indonesia untuk berkembang ke level yang lebih tinggi,” ujar Surya Dharma.

Promotor berusia 20 tahun ini berharap keberhasilan event perdana ini dapat menjadi pemantik kebangkitan kembali industri combat sport di Bali dan nasional.

Komentar