Merauke Jadi Gerbang Digital Timur Indonesia
MERAUKE, NusaBali.com – Merauke kini resmi menjadi salah satu pintu utama penguatan konektivitas digital di kawasan timur Indonesia. Sebuah fasilitas Community Gateway generasi terbaru diresmikan di Stasiun Bumi Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (5/12/2025). Fasilitas ini menjadi Community Gateway pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus bagian dari jaringan global ke-10 di dunia.
Pengoperasian gateway ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan jaringan, khususnya sebagai sistem cadangan layanan digital berbasis satelit bagi wilayah dengan tantangan geografis tinggi seperti Papua Selatan. Seiring dengan tingginya risiko gangguan jaringan kabel optik di kawasan timur, kehadiran infrastruktur ini dinilai menjadi solusi krusial untuk menjaga stabilitas layanan komunikasi masyarakat.
Peresmian dihadiri Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf, serta EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo. Turut hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Bupati Merauke Yoseph B. Gepze, unsur TNI-Polri, Dekan Fakultas Teknik Universitas Musamus Teddy Istanto, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.
Dalam sambutannya, Dian Siswarini menyampaikan bahwa peresmian Community Gateway Merauke menjadi momentum penting dalam penguatan infrastruktur digital nasional, terutama bagi Papua Selatan dan kawasan Indonesia Timur. Ia menegaskan, layanan kepada masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama. “Jika Bapak Ibu memiliki keluhan terhadap layanan kami, silakan sampaikan. Akan segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menambahkan, pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari agenda jangka panjang pemerataan transformasi digital nasional. “Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Dengan hadirnya Community Gateway Merauke, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Kebutuhan akan fasilitas tersebut dinilai semakin mendesak karena Papua kerap menghadapi gangguan jaringan akibat tantangan geografis dan keterbatasan akses. Karena itu, pembangunan sistem cadangan berbasis satelit menjadi langkah strategis untuk memastikan konektivitas tetap stabil. “Infrastruktur ini adalah wujud nyata upaya kami menyediakan layanan digital yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan jaringan nasional di wilayah berisiko tinggi,” ujar Dian.
Fasilitas Community Gateway Merauke mengandalkan teknologi satelit Low Earth Orbit (LEO) yang mampu menghadirkan kapasitas besar dengan latensi rendah serta kualitas layanan yang stabil. Teknologi tersebut dinilai sangat cocok для wilayah Papua yang memiliki topografi ekstrem dan sebaran penduduk berjauhan.
Dari gateway ini, koneksi satelit kemudian didistribusikan ke jaringan lokal, mulai dari fiber optik, jaringan nirkabel, hingga seluler. Dengan sistem tersebut, akses komunikasi masyarakat di Merauke dan sekitarnya diharapkan semakin luas, stabil, dan merata, sekaligus mampu mendukung berbagai layanan publik dan aktivitas ekonomi daerah.
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf menyatakan bahwa kehadiran Community Gateway Merauke merupakan bentuk komitmen untuk memperluas pemerataan akses digital nasional. Ia menilai teknologi satelit kini telah berkembang pesat dan mampu bersanding dengan jaringan terestrial dalam menyediakan layanan telekomunikasi berkualitas tinggi. “Kami siap menghadirkan konektivitas prima untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas tersebut, mengingat layanan komunikasi yang andal sangat dibutuhkan oleh lebih dari 225 ribu penduduk Merauke, baik untuk sektor usaha maupun pemerintahan. Keberadaan Community Gateway juga dinilai akan memberikan manfaat besar sebagai sistem cadangan jaringan fiber optik yang selama ini rentan gangguan di kawasan timur.
Dengan beroperasinya fasilitas ini, diharapkan konektivitas di Papua Selatan semakin tangguh dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan sosial dan ekonomi di wilayah paling timur Indonesia.
Komentar