Unik, BHA Gelar Kompetisi Memasak Tanpa Sampah
MANGUPURA, NusaBali.com – Bali Hotel Association (BHA) menggelar kompetisi memasak antarhotel pada Jumat (5/12/2025) sebagai rangkaian penutup program sustainability perhotelan yang mereka jalankan sepanjang tahun. Kompetisi yang dilangsungkan di The Westin Resort Nusa Dua ini mengusung tema zero waste, menantang para peserta untuk memasak tanpa menghasilkan sampah sama sekali dari proses dapur.
Ketua BHA Franklyn Kocek mengatakan, dari 40 peserta yang mendaftar, terpilih 10 finalis untuk berkompetisi pada ajang tersebut.
“Salah satu aspek utama yang kami tuntut adalah zero waste. Tidak boleh ada bahan makanan yang terbuang. Ini tantangan besar karena mengubah mindset tidak mudah, apalagi memilah dan mengolah sisa bahan makanan belum menjadi kebiasaan,” ujar Kocek.
Ia menyebutkan, edukasi terhadap sekitar 33 ribu karyawan hotel anggota BHA menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, BHA tidak hanya mendorong praktik ramah lingkungan diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga dibiasakan di rumah masing-masing.
Selain mengusung konsep tanpa sampah, kompetisi ini juga mengangkat tema Indonesia Raya dengan mewajibkan penggunaan bahan-bahan lokal.
“Seluruh menu harus berbahan Indonesia, dan sebisa mungkin memakai produk lokal Bali. Kita ingin semua sumber daya berasal dari daerah sendiri,” katanya.

Ketua BHA Franklyn Kocek. -MAYA
.
Dari pantauan di arena lomba, peserta menunjukkan kreativitas tinggi dalam mengolah bahan. Tidak ada sisa organik yang dibuang, termasuk bagian yang biasanya menjadi limbah seperti tulang ikan atau kepala udang.
“Ada peserta yang menggoreng kepala udang lalu menjadikannya topping hidangan. Ini contoh kreativitas peserta dalam menerapkan zero waste,” ungkap Kocek.
Menurutnya, potensi kuliner Indonesia sangat besar untuk mendukung konsep tanpa sampah apabila diolah dengan inovasi tepat.
Sejalan dengan kegiatan ini, BHA juga terus mendorong hotel-hotel anggotanya menjalankan kebijakan Pemprov Bali, mulai dari tidak menggunakan air minum dalam kemasan, mengurangi residu sampah plastik, hingga mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungan hotel.
Pengelolaan sisa makanan hotel selama ini dibagi dua. Sisa makanan dari buffet, khususnya setelah sarapan, bekerja sama dengan NGO untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu. Sementara sisa bahan organik dari dapur diolah melalui teba modern atau komposter.
Namun, dari total 171 hotel anggota BHA mulai dari bintang tiga hingga lima, belum semua memiliki fasilitas teba modern.
“Masih berproses karena regulasi baru berlaku pertengahan tahun ini. Kami terus mendorong para anggota, bila tidak memiliki lahan, bisa berkolaborasi dengan lingkungan sekitar untuk membangun teba modern atau menggunakan tong komposter bersama,” pungkas Kocek. *may
Komentar