Viral Unggahan ‘Buser Lari’ di Sidetapa
“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Organisasinya memang memakai kata ‘Buser’, tapi mereka bukan polisi. Buser Polres Buleleng bernyali semua kok”
SINGARAJA, NusaBali
Sebuah unggahan viral di media sosial lantaran menarasikan bahwa anggota Buser Polres Buleleng kabur tunggang-langgang saat mendatangi Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Postingan itu bahkan menuding polisi kurang bernyali dan meminta Kapolres membentuk tim khusus untuk menangani dugaan kasus penggelapan mobil.
Namun setelah ditelusuri, informasi itu ternyata tidak sesuai. Pihak kepolisian menegaskan pihak yang terlihat dalam video bukanlah personel Buser Polres Buleleng. Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, memastikan tidak ada anggota kepolisian yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Organisasinya memang memakai kata ‘Buser’, tapi mereka bukan polisi. Buser Polres Buleleng bernyali semua kok,” sebut dia, Kamis (4/12).
Unggahan itu menyebutkan sekitar 15 orang dari kelompok yang disebut Buser Rentcar Nasional (BRN) mendatangi Sidatapa untuk mencari sebuah mobil yang diduga digelapkan. Namun kedatangan rombongan tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman dengan warga setempat. Situasi memanas dan kelompok itu dikejar serta dikeroyok massa, hingga akhirnya mereka melarikan diri keluar desa.
Rombongan BRN kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Buleleng. Setelah menerima laporan, barulah tim Sat Reskrim Polres Buleleng menindaklanjuti. “Setelah laporan masuk, Sat Reskrim bersama tim Goak Poleng, Buser Polres Buleleng yang asli, langsung bergerak. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Expander hitam sesuai surat perintah penyitaan,” ujar Iptu Yohana.
Ia juga menyoroti maraknya unggahan di media sosial yang memelintir fakta untuk membangun opini. “Itu narasi framing. Akun yang memposting diduga palsu. Sedangkan foto yang digunakan sebagai pemilik kendaraan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Poin terpentingnya, fakta sudah kami paparkan dan mobil sudah kami amankan,” tuturnya.
Iptu Yohana mengimbau masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah informasi dari media sosial tanpa verifikasi, agar tidak menambah keresahan dan kesalahpahaman di lapangan.7 mzk
Komentar