2025, Rabies Serang 11 Desa di Tabanan
Kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan masih mencatat capaian rendah vaksinasi, masing-masing 13,92 persen dan 54,81 persen.
TABANAN, NusaBali
Kasus gigitan anjing positif rabies sepanjang 2025 di Kabupaten Tabanan terjadi di 11 desa. Kasus ini tersebar di empat kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, Marga, dan Pupuan.
Temuan ini kembali menegaskan bahwa rabies masih menjadi ancaman serius, terutama di daerah dengan populasi anjing tinggi seperti Tabanan. Meski demikian, capaian vaksinasi rabies menunjukkan hasil menggembirakan. Dari total populasi anjing sebanyak 54.726 ekor, vaksinasi telah diberikan kepada 43.754 ekor. Jika digabung dengan vaksinasi pada kucing dan monyet, total hewan divaksinasi mencapai 44.481 ekor atau 80,02 persen.
Capaian vaksinasi tertinggi di Kecamatan Penebel dengan tingkat 115,24 persen, disusul Baturiti (98,67 persen) dan Selemadeg Timur (93 persen). Sebaliknya, Kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan masih mencatat capaian rendah vaksinasi, masing-masing 13,92 persen dan 54,81 persen. Pupuan termasuk wilayah yang melaporkan kasus gigitan positif rabies.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan drh I Gede Eka Parta Ariana, menegaskan bahwa persebaran kasus di empat kecamatan menunjukkan rabies masih memerlukan kewaspadaan tinggi. “Walaupun cakupan vaksinasi kita cukup tinggi, masih ada kantong populasi anjing yang belum tervaksin optimal. Ini menjadi fokus percepatan vaksinasi lanjutan,” ujarnya, Kamis (4/12).
Dia menjelaskan tingginya vaksinasi di Penebel dipengaruhi pergerakan populasi dan temuan baru saat pendataan. Sementara rendahnya capaian di Selemadeg Barat dipicu topografi sulit dan sebaran populasi hewan yang jauh dari pusat pemukiman.
Sebagai langkah cepat, tim kesehatan hewan telah melakukan ring vaccination di desa lokasi kasus sekaligus mengambil sampel otak hewan pembawa rabies (HPR) bergejala untuk pemeriksaan laboratorium. Penguatan surveilans juga dilakukan, dengan setiap laporan gigitan langsung ditindaklanjuti.
Masyarakat diminta proaktif melapor jika menemukan hewan peliharaan dengan gejala rabies seperti agresivitas tiba-tiba, hipersalivasi, atau perubahan perilaku. Edukasi dan percepatan vaksinasi khususnya di kecamatan dengan cakupan rendah terus digenjot.
“Harapan kami, melalui upaya terpadu ini Tabanan dapat menekan kasus baru dan mempertahankan status wilayah aman rabies,” tandas Eka Parta Ariana.7des
Komentar