nusabali

Warga Binaan Rutan Olah Sampah Jadi Paving

  • www.nusabali.com-warga-binaan-rutan-olah-sampah-jadi-paving

NEGARA, NusaBali - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara di Jembrana mengolah sampah plastik menjadi paving block. Inovasi ini sekaligus membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan baru.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kontribusi Rutan dalam mendukung upaya pemerintah daerah mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Rutan Negara I Gusti Agus Putra Mahendra menjelaskan, program ini terinspirasi dari kunjungan studi tiru. Program ini juga diadakan sebagai respon atas banyaknya timbunan sampah plastik di dalam rutan. "Banyaknya timbunan sampah plastik di dalam rutan mendorong kami melakukan upaya studi tiru dan kemudian berinovasi. Ini sekaligus upaya kami mendukung program pemerintah dengan berkontribusi dalam mengurangi volume sampah," ujarnya, Kamis (4/12).

Putra Mahendra didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Negara I Nyoman Tulus menyatakan, untuk memproduksi satu unit paving block, dibutuhkan sekitar 2,5 kilogram sampah plastik. Saat ini, proses produksi masih dilakukan secara manual dengan sarana yang sederhana. Ada 3 orang WBP yang secara aktif terlibat dalam kegiatan pembinaan ini, menghasilkan sekitar dua hingga tiga paving block per hari.

Meskipun produksi masih terbatas dan belum dipasarkan ke luar Rutan, paving block hasil olahan WBP ini sudah digunakan untuk lingkungan Rutan sendiri. "Karena masih manual, produksinya masih terbatas. Jadi kami sementara hanya pergunakan untuk lingkungan Rutan saja," tambah Putra Mahendra.

Namun, Rutan Negara menyatakan sangat antusias dan terbuka jika ada pihak ketiga yang ingin menjalin kerjasama untuk mengembangkan pembuatan dan pemasaran produk inovatif ini di masa depan. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas dampak positif dari program tersebut.

Komitmen terhadap lingkungan tidak berhenti pada sampah plastik. Agus Mahendra menyatakan, juga menjalankan program pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos.

Inisiatif ganda ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya di jajaran internal Rutan Negara. Terlebih memberikan kontribusi positif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan rasa tanggung jawab sosial para WBP.7ode

Komentar