Nataru, Pemkot Siagakan 108 Personel
Tiga posko utama jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 disiapkan di pintu masuk Denpasar. Peningkatan penumpang diperkirakan mencapai 10 persen.
DENPASAR, NusaBali
Pemerintah Kota Denpasar memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Berdasarkan evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, pergerakan penumpang dan volume kendaraan diprediksi meningkat sekitar 10 persen, terutama pada puncak arus libur.
Rapat koordinasi yang digelar bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, KSOP Benoa, Organda, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, menetapkan pembentukan tiga posko utama mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Ketiganya berlokasi di Uma Anyar, Terminal Ubung, dan Pelabuhan Serangan, serta dilengkapi sejumlah pos pendukung di titik rawan kemacetan.
Ketiga posko itu terhubung dengan sistem pemantauan pintu masuk Bali dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), sehingga kondisi arus kendaraan dan pergerakan penumpang dapat dipantau secara real time.
Kepala Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan, Rabu (3/12), menjelaskan bahwa 108 personel akan disiagakan dalam dua shift, pukul 08.00–15.00 Wita dan 15.00–23.00 Wita.
“Seluruh sarana, prasarana, serta pembiayaan sudah siap. Dukungan APBD Kota Denpasar memastikan operasional pengamanan Nataru berjalan optimal,” kata Sriawan.
Dishub mencatat, arus kendaraan di pintu masuk Denpasar saat hari normal mencapai 2.500–2.700 unit per jam. Pada periode Nataru, volume tersebut diprediksi naik menjadi 3.000 kendaraan per jam. Pengawasan akan mengandalkan video analitik untuk mendeteksi potensi kepadatan, sementara petugas lapangan disebar untuk merespons cepat.
Terminal Ubung dan terminal-terminal lainnya ditetapkan sebagai pusat kendali transportasi. Pemkot menegaskan larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan, dan operator bus diwajibkan masuk terminal untuk pemeriksaan kelayakan dan pelaporan keberangkatan. Dishub juga menyiagakan mobil derek untuk mengantisipasi kendaraan mogok di jalur padat.
Peningkatan kunjungan wisatawan ke Sanur, Badung, dan pusat kota turut diantisipasi melalui pengamanan terpadu dengan kepolisian dan Kodim. Hotel-hotel yang diperkirakan penuh akan didukung pengaturan parkir ke terminal penghubung sesuai SOP.
Sistem Area Traffic Control System (ATCS) dioptimalkan untuk mengurai kemacetan, terutama di Simpang Titibanda serta jalur padat Waribang. Dishub Denpasar juga menyiapkan personel tambahan membantu Dishub Bali yang mengalami kekurangan petugas.
Sementara itu, seluruh moda transportasi AKAP, AKDP, serta Trans Metro Dewata beroperasi penuh. Frekuensi keberangkatan dipantau secara ketat untuk mencegah antrean panjang.
Sriawan menegaskan bahwa kesiapan tahun ini mengutamakan sinergi dan respons cepat di lapangan. “Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat saat Natal dan Tahun Baru tetap lancar, aman, dan nyaman,” tegasnya. 7 mis
Komentar