Disorot, Gubuk Berkedok Warung di Jatiluwih
Pansus TRAP
DPRD Bali
Persawahan Jatiluwih
Gubuk Berkedok Warung
Pemkab Tabanan
Ketua Pansus TRAP
I Made Supartha
TABANAN, NusaBali - Selain menutup 13 bangunan melanggar, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali juga menyoroti sejumlah gubuk yang dipergunakan warung dibangun di tengah persawahan Jatiluwih, Kecamatan Penebel Tabanan. Dalam kesempatan itu Pansus TRAP meminta Pemkab Tabanan segera untuk menyikapi.
Pansus khawatir jika terjadi pembiaran, lama - lama akan menjadi pasar sehingga berdampak pada status Warisan Budaya Dunia (WBD). Dari pantauan memang banyak berdiri gubuk kecil di tengah areal sawah. Ada memang yang dijadikan kandang sapi, tempat menyimpan padi hingga tempat berteduh. Namun ada juga yang dimanfaatkan untuk warung menjual makanan ringan hingga bakso.
Ketua Pansus TRAP I Made Supartha menegaskan kawasan areal WBD memang harus diseterilkan dari bangunan. Sebab Jatiluwih ini juga masuk sebagai kawasan LSD (Lawan Sawah Dilindungi). "Kalau gubuk - gubuk kecil itu biar bagus diseragamkan kalau memang dijadikan tempat teduh. Apa atapnya gunakan alang-alang atau seperti apa," katanya.
Hal senada disampaikan anggota Pansus TRAP Somvir. Politisi Nasdem ini menyebut banyak ada balai - balai di tengah areal persawahan. Mengingat itu kawasan LSD harus dihentikan. Karena jika terjadi pembiaran sawahnya akan menjadi pasar. "Saya lihat banyak itu balai - balai. Ini harus dilakukan penegasan. Apa memang ada masterplane atau seperti apa," katanya.
Terkait itu, Sekda Tabanan Gede Susila mengatakan gubuk - gubuk kecil itu dibuat oleh petani untuk tempat berteduh, menyimpan gabah hingga dijadikan kandang sapi. "Soal digunakan untuk berjualan kami akan tindaklanjuti dan koordinasikan kepada pimpinan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Tabanan Gede Sukanada mengatakan untuk pembongkaran dan menertibakan gubuk - gubuk tersebut menunggu arahan dari Provinsi Bali. Sebab sebelum dibongkar Satpol PP Provinsi Bali juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik yang bangunannya melanggar. "Kami juga akan terus memantau situasi pascapenutupan ini di kawasan Jatiluwih," tandas Sukanada.7des
Komentar