nusabali

Target Ulang Prestasi, ST Dharma Laksana Siapkan Ogoh-Ogoh Bongkar-Pasang

  • www.nusabali.com-target-ulang-prestasi-st-dharma-laksana-siapkan-ogoh-ogoh-bongkar-pasang

DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna Dharma Laksana (STDL), Banjar Kaja Panjer, Denpasar Selatan, mulai menggarap Ogoh-ogoh sebagai persiapan mengikuti Kasanga Festival 2026 menyambut Tahun Baru Caka 1948. Pembuatan dimulai sejak awal November 2025 di sekretariat STDL yang berlokasi di Jalan Waturenggong No. 116.

Arsitek Ogoh-ogoh STT Dharma Laksana, I Kadek Indra Dwipayana, mengatakan karya tahun ini menjadi proyek keempat yang ia tangani bersama STT Dharma Laksana. Pada Caka 1947 lalu, karya garapannya berhasil menembus 16 besar dan meraih juara V (Harapan II) dalam lomba Ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar yang dipentaskan di kawasan Catur Muka, Lapangan Puputan Badung.

“Untuk Caka 1948 ini merupakan garapan saya yang keempat. Astungkara tahun lalu kami masuk 16 besar dan berhasil meraih juara lima pada lomba tingkat Kota Denpasar,” ujar Dek Indra saat ditemui di sela proses pengerjaan, Jumat (28/11/2025).

Tahun ini ST Dharma Laksana menargetkan anggaran Rp55 juta, sama seperti biaya produksi tahun sebelumnya.

“Kami upayakan biayanya tidak lebih dan tidak kurang, tetap di kisaran Rp55 juta seperti tahun lalu,” jelasnya.


Ogoh-ogoh yang tengah digarap akan menampilkan empat tokoh karakter dengan sistem konstruksi bongkar pasang. Konsep tersebut dipilih untuk memudahkan proses pengeluaran karya saat pementasan, mengingat ukuran Ogoh-ogoh yang cenderung menyamping dan cukup tinggi bila seluruh tokoh disatukan.

“Teknis bongkar pasang kami terapkan supaya lebih aman dan efisien ketika dipindahkan serta dipentaskan,” ujarnya.

Hingga akhir November, progres pengerjaan baru mencapai sekitar 45 persen. Pengerjaan berlangsung cepat atau sat-set sejak awal November, dengan realisasi anggaran sementara di kisaran Rp12 juta.

Seluruh proses produksi melibatkan 100 persen tenaga undagi lokal, mulai dari arsitek Ogoh-ogoh generasi muda, penata payasan, tukang las konstruksi, tukang pewarnaan, hingga penggarap anatomi (ngulat).

“Semua SDM yang terlibat adalah undagi lokal. Kami memang ingin membuka ruang regenerasi dan pemberdayaan di internal ST,” ungkap Dek Indra.

Mengusung tema air, ST Dharma Laksana berharap partisipasi pada Kasanga Festival 2026 tidak hanya berorientasi pada lomba, tetapi juga memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif berwawasan budaya, sekaligus mendukung penggunaan material Ogoh-ogoh yang ramah lingkungan.

“Lewat tema ini kami ingin menyampaikan pesan menjaga alam. Berkarya tidak hanya soal estetika, tapi juga kesadaran lingkungan,” katanya.

Dek Indra menegaskan, percepatan pengerjaan tidak lantas membuat proses produksi dilakukan secara serampangan. Setiap tahap tetap mengedepankan presisi, mulai dari kesesuaian ukuran anatomi, sinkronisasi gerak mesin, hingga perhitungan tinggi keseluruhan konstruksi saat empat tokoh disatukan.

“Membuat Ogoh-ogoh bukan sekadar membuat patung dari bambu dan kertas. Banyak detail teknis yang harus diperhatikan. Kalau ada yang kurang pas di tengah proses, pasti kami perbaiki sedikit demi sedikit,” pungkasnya. *m03

Komentar