Garap 5 Karakter Sekaligus, ST Dharma Subhiksa Panaskan Kasanga Festival 2026
DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Dharma Subhiksa, Banjar Sasih, Panjer, Denpasar Selatan, menyambut Tahun Baru Caka 1948 dengan menyiapkan lima karakter Ogoh-ogoh yang akan ditampilkan pada malam Pengerupukan sekaligus mengikuti ajang Kasanga Festival 2026.
Ketua ST Dharma Subhiksa, I Gusti Agung Kresna Bayu Kepakisan, mengatakan pada awal masa jabatannya sebagai ketua terpilih, persiapan Ogoh-ogoh menjadi salah satu fokus utama sekaa teruna untuk menyemarakan rangkaian Hari Raya Nyepi tahun mendatang.
“Sebagai ketua ST yang baru dilantik, tentu kami sudah mempersiapkan Ogoh-ogoh untuk menyambut Caka 1948 sekaligus mengikuti Kasanga Festival 2026 dan memeriahkan malam Pengerupukan,” kata Gung Kresna saat ditemui, Rabu (26/11/2025).
Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali jurusan karawitan dan kini bekerja di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ini mengungkapkan, ST Dharma Subhiksa menyiapkan anggaran sekitar Rp90 juta yang mencakup pengerjaan Ogoh-ogoh sekaligus biaya pelaksanaan malam Pengerupukan.
“Dana tersebut kami maksimalkan dengan memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) lokal di Banjar Sasih Panjer. Astungkara, seluruh undagi Ogoh-ogoh juga berasal dari internal ST,” ujarnya.
Tahun ini menjadi berbeda karena pengerjaan Ogoh-ogoh sepenuhnya dikerjakan oleh anggota ST sendiri. Sebelumnya, proses kreatif ST Dharma Subhiksa selalu melibatkan arsitek Ogoh-ogoh eksternal, I Made Dikartana alias Frengky.
“Untuk 2026 ini, karya Ogoh-ogoh pure digarap oleh ST tanpa melibatkan arsitek luar. Tujuan kami untuk menggali bibit baru dan menyiapkan generasi penerus di bidang Ogoh-ogoh, sehingga seluruh anggota bisa belajar dan menunjukkan bakat di bidang masing-masing,” jelasnya.
Pengerjaan Ogoh-ogoh telah dimulai sejak 23 November 2025 dan hingga akhir bulan lalu mencapai sekitar 10 persen. Proses sempat terkendala rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang dilanjutkan dengan piodalan di Banjar Sasih, sehingga waktu pengerjaan cukup terbagi.
“Walaupun demikian, kami optimistis karya ini dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal,” tegasnya.
Lima karakter Ogoh-ogoh yang tengah digarap masing-masing menggambarkan tokoh raja, raksasa, dua tokoh dewa, serta satu figur kepala besar sebagai pelengkap visual. Untuk bahan utama, STT Dharma Subhiksa menggunakan rotan atau penyalin karena dinilai lebih lentur dan memudahkan proses pembentukan anatomi.
“Rotan lebih mudah dibentuk (ngulat), lentur, dan mempercepat pengerjaan rangka,” ungkap Gung Kresna.
Menjelang pelaksanaan Kasanga Festival 2026, Gung Kresna berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa kendala sehingga ST Dharma Subhiksa dapat tampil maksimal mewakili Banjar Sasih Panjer.
“Astungkara semoga pelaksanaan Kasanga Festival 2026 berjalan lancar dan karya Ogoh-ogoh kami bisa tampil maksimal untuk Caka 1948,” pungkasnya. *m03
Komentar