nusabali

Pelaku Penembakan WNA Australia Minta Maaf, Saksi Korban Urung Hadir Sidang karena Mendapatkan Ancaman

  • www.nusabali.com-pelaku-penembakan-wna-australia-minta-maaf-saksi-korban-urung-hadir-sidang-karena-mendapatkan-ancaman

DENPASAR, NusaBali - Sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap warga Australia, Zivan Radmanovic, 32, kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (1/12).

Agenda yang sedianya menghadirkan saksi korban urung terlaksana setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Badung menyampaikan para saksi di Australia mendapat ancaman serius.

JPU menjelaskan kepada majelis hakim bahwa saksi korban, masing-masing Sanar Ghanim, Daniella, dan Jasmyn, tidak dapat hadir karena alasan keamanan. Mereka bahkan telah melaporkan ancaman tersebut kepada kepolisian Australia. Atas kondisi itu, jaksa hanya membacakan keterangan tertulis ketiganya di hadapan majelis hakim dan para terdakwa yakni Mevlut Coskun, 22, Paea-I-Middlemore Tupou, 26, Darcy Francesco Jenson, 27.

Sebelumnya, JPU dalam dakwaan menerangkan ketiga terdakwa bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Zivan Radmanovic dan percobaan pembunuhan berencana terhadap Sanar Ghanim, 35, di Villa Casa Santisya 1, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, pada 14 Juni 2025.

Sanar Ghanim yang berhasil lolos dalam kejadian berdarah itu menegaskan dirinya tidak terlibat dalam geng apa pun. “Soal keterlibatan Sanar Ghanim terkait geng, itu dibantah oleh saksi korban,” ujar JPU.

Sementara saksi Jasmyn menyatakan hanya mengenali bentuk tubuh terdakwa Mevlut Coskun, sedangkan Daniella Mandalena Gourdeas (Istri Sanar) mengonfirmasi kronologi peristiwa berjalan sesuai uraian dakwaan JPU mengenai peran ketiga terdakwa dalam pembunuhan berencana tersebut.

Usai pembacaan keterangan tertulis para saksi korban, majelis hakim meminta tanggapan para terdakwa. Terdakwa Darcy menunduk sebelum akhirnya berbicara yang intinya minta maaf. “Saya menyadari, mungkin Jasmyn tidak mau mendengar hal ini dari saya. Saya ingin meminta maaf atas perbuatan saya yang mengakibatkan kekacauan kepada suami anda,” ucapnya.

Darcy juga menyinggung sosok Zivan Radmanovic sebagai figur penting dalam keluarga, baik sebagai suami maupun ayah. Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas hilangnya sosok tersebut. “Saya berdoa kepada Tuhan akan memberikan kekuatan kepada anda (Jasmyn) untuk tetap melanjutkan hidup,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya sebagaimana dakwaan JPU, aksi pembunuhan itu direncanakan dan dipersiapkan secara sistematis mulai dari penyewaan vila dan kendaraan, pengadaan perlengkapan penyamaran, komunikasi melalui aplikasi terenkripsi, hingga rencana pembuangan barang bukti.

Visum RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah menyimpulkan korban meninggal dunia mengalami tiga luka tembak masuk dan

Komentar