nusabali

PIB Cari Talenta di Bidang Pariwisata

Sediakan Beasiswa untuk Siswa Kurang Mampu Di Bali

  • www.nusabali.com-pib-cari-talenta-di-bidang-pariwisata

TABANAN, NusaBali - Kampus Politeknik International Bali (PIB) di Banjar Nyanyi, Kabupaten Tabanan menyediakan beasiswa dan bantuan finansial bagi siswa kurang mampu untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia khususnya talenta bidang pariwisata.

Penerima beasiswa adalah siswa yang cerdas tapi memiliki latar belakang keluarga tidak mampu.

Pendiri dan Direktur PIB Prof Anastasia Sulistyawati di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (27/11) mengatakan pihaknya mencari dua siswa terbaik dari masing-masing sembilan kabupaten/kota di Bali. Siswa yang dicari tak hanya berlatar belakang ekonomi kurang mampu, tapi juga memiliki prestasi, baik di bidang kuliner, olahraga, akademik, hingga organisasi sekolah.

Ada pun beasiswa tersebut diberikan bervariasi mulai 25 persen hingga penuh 100 persen di kampus yang mengembangkan pendidikan terkait perhotelan, pariwisata, dan digital bisnis untuk jenjang diploma tiga tahun dan empat tahun. Tak hanya dari pelajar, pihaknya juga memberikan beasiswa jenjang pendidikan doktor (S-3) bagi pengajar.

Anastasia membidik kampus yang berdiri pada 2017 di kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC) Nyanyi, Tabanan seluas 15 hektare itu tidak hanya terserap di dunia kerja tapi juga menghasilkan wirausaha muda baru.

“Kami berharap mereka menjadi wirausaha misalnya mengelola desa wisata yang saat ini menjadi salah satu potensi pariwisata di Bali,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur PIB Paulus Herry Arianto menambahkan hingga saat ini sudah ada puluhan peserta didik yang mendapatkan beasiswa di kampus. Dari total 472 mahasiswa di kampus tersebut, 25 persen di antaranya mengikuti program magang di sejumlah perhotelan di beberapa kota di Amerika Serikat dan Hong Kong.

Selain itu, kemitraan dengan institusi pendidikan internasional juga dilakukan di antaranya dengan Swiss, Amerika Serikat, Dubai, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru.“Sebanyak 70 persen pembelajaran itu berbasis pengalaman atau praktik, sedangkan sisanya itu teori di kelas,” tuturnya.7 ant

Komentar