Ayah Jerinx SID, I Wayan Arjono Berpulang
Politisi Golkar yang Dikenal Sebagai Pejuang Sosial
GIANYAR, NusaBali - Politisi Partai Golkar, I Wayan Arjono SIP yang juga ayah dari musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, meninggal dunia pada, Rabu (26/11) sekitar pukul 13.00 Wita di RS Ari Çanti, Ubud.
Almarhum berpulang pada usia 67 tahun. Menurut adik almarhum, yakni I Wayan Mudana saat ditemui di rumah duka, Kamis (27/11) kepergian kakaknya itu terjadi mendadak.
“Tidak ada keluhan sakit. Meninggalnya mendadak, mungkin sudah takdir. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi dinyatakan sudah meninggal,” ujarnya. Selanjutnya prosesi Nyiramin akan digelar Jumat (5/12) dan Ngaben dilaksanakan pada Redite Pon Medangsia, Minggu (7/12) di Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati.
Di mata keluarga, almarhum Arjono adalah sosok yang totalitas dalam setiap urusan sosial maupun kepentingan umum. “Kakak saya ini persis seperti bapak yang seorang pejuang. Kalau urusan umum, tidak tanggung-tanggung,” ungkapnya. Arjono semasa hidup memiliki dua istri. Dari istri pertama dikaruniai satu anak, yaitu Jerinx. Dari pernikahan keduanya dengan Ni Luh Adnyani, almarhum memiliki dua anak, yakni seorang putri yang kini menjadi dokter di Malang, dan seorang putra yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. “Istrinya masih syok. Kami semua sangat kehilangan,” tambah Mudana.
Almarhum merupakan pendiri Yayasan Werdhi Sila Kumara Silakarang, sebuah wadah kegiatan sosial dan pembinaan generasi muda di desa setempat. Dalam wawancara semasa hidup, Arjono pernah mengisahkan perjuangan ayahnya, I Made Bakti, seorang pejuang 1945 yang gugur dalam tugas. “Lahir sebagai anak pejuang dan veteran, saya merasa perlu melanjutkan perjuangan beliau,” ujar Arjono kala itu.
Ia menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi pejuang politik, bukan sekadar pekerja politik. “Saya pastikan tidak akan korupsi. Kalau sudah masuk politik, tidak boleh main-main,” tegas ayah tiga anak tersebut. Jerinx sendiri telah pulang ke Bali untuk mendampingi keluarga. Pesan almarhum yang selalu diingat keluarga adalah agar tetap mengabdi sosial, berbagi, dan tidak melupakan masa-masa sulit yang pernah dialami

Suasana rumah duka di Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kamis (27/11). -NOVI
Kepergian I Wayan Arjono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Banjar Silakarang, sahabat, hingga rekan-rekan separtai. Keluarga memohon doa agar almarhum mendapat jalan terang menuju alam sana, serta memohon maaf apabila semasa hidup ada tutur kata atau perbuatan yang kurang berkenan.
Arjono lahir di Gianyar, 25 Desember 1958. Semasa hidup, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan pejuang sosial. Karier politiknya menanjak saat terpilih sebagai anggota DPRD Gianyar periode 2019–2024 dari Partai Golkar. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Sukawati serta pengurus di DPD II Golkar Gianyar. Ketua DPD I Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Arjono. “Beliau orangnya sangat humble, pembawaannya hangat, dan selalu tampil rapi dengan baret khasnya. Kepergian beliau sangat mengejutkan,” ujar Demer. Demer menuturkan, beberapa waktu sebelum kabar duka, almarhum masih menghadiri acara pernikahannya.
“Saya kaget mendengar kabar beliau berpulang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik,” imbuhnya. Dalam berbagai kesempatan, termasuk yang pernah dibagikan Jerinx melalui akun Instagram @jrxsid, terungkap bahwa Arjono sudah merantau sejak usia belasan tahun ke Kuta. Di sana ia menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari tukang ukir patung, sopir taksi, hingga guide wisata. Dari perjalanan panjang itulah ia membangun usaha dan kemudian memilih menempuh pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Ilmu Politik di usia matang. 7 nvi
Komentar