nusabali

Sekda Pastikan Bayar Tukin ASN 2026

  • www.nusabali.com-sekda-pastikan-bayar-tukin-asn-2026

Untuk kepentingan wajib terutama bayar gaji dan tunjangan terselamatkan. Sehingga ASN selain dapat gaji, juga tunjangan.

AMLAPURA, NusaBali
Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta menegaskan tahun anggaran 2026, tunjangan kinerja (tukin) tetap dicairkan secara normal. Tukin ini untuk pegawai ASN Pemkab sesuai ketentuam. 

"Selain dapat gaji, juga dapat tunjangan kinerja, pembiayaan itu tidak bisa diganggu, itu wajib," jelasnya dalam rapat lanjutan pembahasan RAPBD 2026 di Ruang Rapat DPRD Karangasem, Jalan Ngurah Rai, Amlapura, Kamis (27/11).

Kata dia, pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Rp 202,28 miliar, telah diatasi dengan efisiensi secara menyeluruh. Upaya yang dilakukan guna menutupi kekurangan banyak anggaran.

Selain melakukan efisiensi, membatalkan sejumlah program fisik, mengurangi investasi, dan menaikkan PAD (pendapatan asli daerah) serta menagih piutang pemerintah.

Setelah segala upaya dilakukan, katanya, untuk kepentingan wajib terutama bayar gaji dan tunjangan terselamatkan. Sehingga ASN selain dapat gaji, juga  dapat tunjangan selama 12 bulan.

Sedana Merta optimis APBD 2026 bisa disahkan dan berlaku sejak 1 Januari 2026. Kata dia, penarikan dana transfer hingga Rp 202,28 miliar menjadikan banyak kegiatan fisik yang tertunda. Terutama DAU (dana alokasi umum) berkurang Rp 154,79  miliar, begitu juga dana desa sebesar Rp 11, 45 miliar, insentif fiskal Rp 21,5 miliar, dana bagi hasil Rp 13,76 miliar, dana alokasi khusus (DAK) Rp 712,99 juta dan lain-lain.

Dia berharap, APBD Perubahan 2026 nanti, kondisinya bisa membaik. Sedangkan draf APBD 2026 yang dirancanag dengan PAD awalnya Rp 498,18 miliar naik Rp 8 miliar menjadi Rp 506,135 miliar. PAD itu berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan lain-lain yang sah.

Kata dia, pendapatan transfer dari pemerintah pusat Rp 1,17 triliun, turun menjadi Rp 967,73 miliar atau berkurang 17,30 persen. Adanya penurunan dana transfer begitu besar sehingga mempengaruhi seluruh kegiatan pembangunan fisik di tahun 2026.

Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika menyadari kondisi keuangan Pemkab Karangasem. "Makanya aspirasi yang diserap anggota DPRD Karangasem belum bisa diperjuangkan untuk direalisasikan tahun 2026," katanya.@k16

Komentar