nusabali

Pembersihan FSO Cinta Natomas Capai 50 Persen

Dikerjakan Ketat Cegah Cemaran Laut

  • www.nusabali.com-pembersihan-fso-cinta-natomas-capai-50-persen

SINGARAJA, NusaBali - Proses pembersihan kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Cinta Natomas yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang sejak Juli hingga kini telah mencapai 50 persen.

Pembersihan kapal migas berukuran raksasa ini ditargetkan rampung awal tahun 2026, sebelum dikembalikan sebagai aset negara. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar operasional yang sangat ketat untuk memastikan tidak ada ceceran maupun cemaran selama proses berlangsung.

Manager Communication dan Relation Pertamina, Rahmat Drajat Selasa (25/11) menjelaskan, FSO Cinta Natomas merupakan kapal penyimpanan dan pembongkaran migas terapung yang sudah beroperasi sejak 2006 dan termasuk aset negara. Sejak tidak lagi difungsikan, seluruh sisa endapan atau sludge di dalam tangki dibersihkan secara bertahap.

“Sludge ini masuk kategori limbah B3 karena terkontaminasi. Kami bersihkan dengan sangat hati-hati dan limbahnya dimusnahkan melalui rekanan resmi yang memiliki izin lingkungan,” jelas Rahmat.

FSO Cinta Natomas mulai bersandar di Celukan Bawang sejak 2018. Pemeriksaan besar-besaran dilakukan mulai dari proses terminasi, pengecekan kekuatan kapal, hingga pemantauan stabilitas kemiringan. Pemantauan selama dua bulan menunjukkan kondisi badan kapal aman dan tidak ada indikasi kebocoran. “Usia kapal sudah tua dan menggunakan desain single hull, sehingga pembersihan harus ekstra hati-hati,” imbuh dia.

Manager HSSE Operation Zona 11 Pertamina, Chandra Sunaryo, menyebut kapal memiliki 12 kompartemen COT dan satu tangki pembuangan. Seluruhnya harus dibersihkan total sebagai syarat FUPP (Formulir Usulan Pelepasan dan Penghapusan) aset. Sludge diproses melalui water treatment di kapal, lalu ditransfer ke tongkang untuk dikirim ke fasilitas limbah B3 di Gresik. “Kami mengontrol toleransi kemiringan kapal selama proses pemindahan muatan. Semua tangki wajib benar-benar bersih sebelum diserahkan kembali ke negara,” jelas Chandra.

Selain itu antisipasi cemaran laut menjadi prioritas utama. Oil boom dipasang melingkari kapal selama pekerjaan berlangsung. “Jika ada ceceran, oil boom langsung menahannya. Setiap hari ada patroli khusus. Kami juga menyiapkan peralatan cadangan dan tim tanggap cepat jika terjadi insiden,” kata Candra didampingi  Asisten Manager Offshore Marine Sukowati Agus Mulyanto.

Sekitar 60 pekerja ahli dikerahkan untuk mempercepat proses yang sudah berjalan sejak Juli 2025 dan kini memasuki separuh jalan. Targetnya, pembersihan seluruh tangki rampung awal tahun mendatang. Dengan panjang 183,60 meter, lebar 40 meter, tinggi 25 meter, serta kapasitas lebih dari 1 juta barel, pembersihan FSO Cinta Natomas dipastikan memakan waktu panjang. Pertamina memastikan seluruh tahapan tetap mengikuti SOP ketat agar tidak menimbulkan resiko cemaran laut, sebelum kapal diserahkan kembali sebagai aset negara.

Sementara itu, Pengelola Data dan Informasi KSOP Celukan Bawang Nyoman Purna menegaskan, FSO Cinta Natomas berizin penuh untuk bersandar di Celukan Bawang karena memenuhi legalitas kelautan dan membayar kewajiban negara. “Kapal ini ditaksir bernilai 45 juta dolar dan sejak 2018 kami lakukan pengawasan termasuk pemeriksaan bawah air dan ketebalan plat. Tidak ditemukan kebocoran hingga kini,” ungkap Purna.7 k23

Komentar