nusabali

Guru Honorer di Buleleng Was-was

Regulasi Baru Belum Jamin Kepastian Nasib

  • www.nusabali.com-guru-honorer-di-buleleng-was-was

Di Buleleng, jumlah guru honorer di sekolah negeri diperkirakan mencapai 400 orang.

SINGARAJA, NusaBali
Di tengah perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, ratusan guru honorer di Kabupaten Buleleng masih dibayangi ketidakpastian nasib. Mereka khawatir kehilangan pekerjaan setelah regulasi terbaru dan UU ASN tidak lagi mengakomodasi keberadaan tenaga honorer di instansi pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, mengakui kegelisahan para guru honorer itu masih sangat beralasan. Di sela puncak HGN yang digelar Selasa (25/11), dia menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan regulasi baru terkait penugasan guru.

“Arah kebijakan dari pusat adalah optimasi guru. Regulasi sedang disusun, dan nanti akan ada penugasan langsung guru PPG. Guru honorer masih menunggu keputusan pemerintah pusat,” ujar Surya Bharata.

Guru honorer yang sudah terdata dalam Dapodik tetap menjadi bagian dari pertimbangan pusat dalam menyusun kebijakan. Untuk sementara, gaji guru honorer masih dapat dialokasikan melalui dana BOS hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk tahun 2026, kembali masih menunggu kebijakan dan regulasi pusat.

“Sepanjang masih bisa didanai BOS, mereka tetap bisa bertugas. Kita memang masih membutuhkan guru honorer. Namun di pemerintah, sudah tidak diperkenankan lagi status non-ASN sesuai UU ASN,” jelasnya.

Pemerintah sedang mendorong skema penugasan Guru PPG Prajabatan yang akan mengisi kebutuhan guru di sekolah negeri. Di Buleleng saja, jumlah guru honorer di sekolah negeri diperkirakan mencapai 400 orang.

Sementara itu, Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra SpOG bersama jajaran Forkopimda hadir memberikan apresiasi kepada para pendidik. Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan tema Guru Hebat, Indonesia Kuat menjadi pengingat bahwa guru adalah ujung tombak pembentuk generasi bangsa.

Bupati juga menyampaikan kebanggaannya terhadap sejumlah prestasi tenaga pendidik Buleleng yang mampu menembus tingkat nasional. Bahkan siswa dari sekolah dasar yang berada di wilayah terpencil berhasil lolos ke pemilihan dokter cilik nasional. Sutjidra berharap seluruh guru mampu menjawab tantangan perkembangan kurikulum dan teknologi digital. Peningkatan kemampuan bahasa asing juga disebut sebagai kebutuhan penting dalam pendidikan modern.

“Dengan semangat dan dedikasi guru, kita ingin membangun generasi emas Buleleng. Guru harus tetap menjadi teladan yang digugu dan ditiru,” tutup Sutjidra.7 k23

Komentar