nusabali

Jelang Kuningan, Warga Serbu Gerakan Pangan Murah

  • www.nusabali.com-jelang-kuningan-warga-serbu-gerakan-pangan-murah

NEGARA, NusaBali - Pemkab Jembrana berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Kantor Lurah Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Selasa (25/11). Kegiatan ini menjelang perayaan Hari Raya Kuningan, Sabtu (29/11)

Gelaran GPM menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi daerah ini pun disambut antusias oleh masyarakat. GPM di Jembrana ini merupakan bagian dari jadwal rutin yang telah terlaksana di hampir seluruh wilayah Bali. Banyak warga berburu bahan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah bahan pokok penting disediakan dalam kegiatan ini, meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bumbu dapur, hingga berbagai jenis sayuran dan produk olahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi sang istri, Ni Nyoman Ani Setiawarini alias Ani Kembang Hartawan juga sempat meninjau pelaksanaan GPM tersebut. Bupati Kembang memastikan bahwa harga yang ditawarkan pada kegiatan ini benar-benar lebih murah dari harga di pasaran. "Kita pastikan harga di sini lebih murah, sehingga masyarakat benar-benar bisa terbantu," ucapnya.

Selain memastikan keterjangkauan harga, Bupati Kembang juga mengungkapkan dukungannya kepada para pelaku UMKM. Ia pun membeli sejumlah produk yang mereka tawarkan sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Nyoman Widyana Putra menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk pengendalian inflasi. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kenaikan harga yang signifikan di beberapa kabupaten, termasuk Jembrana.

Widyana menjelaskan, seluruh komoditas dalam GPM ini dijual dengan harga lebih murah dari yang beredar di pasaran. Dicontohkan untuk beras sebagai komoditas utama yang paling dicari masyarakat. Seperti beras SPHP dari Bulog dijual dengan harga Rp 58.000 per 5 kilogram (kg), di mana harga yang beredar di pasaran biasanya mencapai Rp 60.000 per kg. 

"Itu beras SPHP yang kategori beras medium. Kemudian kita juga sediakan beras medium yang di luar beras SPHP. Kalau HET (Harga Eceran Tertinggi) ini di Rp 13.500 per kilogram yang di luar SPHP. Kalau premium, HET-nya ini di Rp 14.900 per kilogram," jelas Widyana.

Selain beras, komoditas lain juga dijual dengan harga bervariatif dan lebih murah. Seperti minyak goreng mulai dari Rp 15.000 per 800 mililiter, gula pasir Rp 17.500 per kg, serta bawang merah dan bawah putih yang masing-masing dijual Rp 14.000 dan Rp 16.000 per 1/2 kg.

"Ini kami harapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menjaga stabilitas harga. Termasuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat Jembrana menjelang hari raya," ucap Widyana. 7ode

Komentar