PDIP Siapkan Regenerasi, Hadapi Pemilu 2029 yang Didominasi 58 Persen Pemilih Pemula
Tidak hanya di bidang politik, PDIP juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran utama dalam membangun ekonomi regional
JAKARTA, NusaBali
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyampaikan arahan kebijakan partai yang berfokus pada regenerasi struktural, adaptasi digital, dan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Menurut Hasto, partai sedang menyesuaikan struktur kepemimpinan untuk menghadapi dinamika politik masa depan. Salah satu faktor utama adalah demografi atau dominasi pemilih pemula di Pemilu 2029 mendatang yang mencapai 58 persen.
Hasto menyampaikan itu, saat pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konfercab serentak PDI Perjuangan Sulawesi Selatan di Makassar, Senin (24/11). “Pemilu ke depan, 58 persen pemilihnya adalah anak muda. Maka partai harus menyesuaikan diri dan memberikan ruang bagi mereka,” ujar Hasto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Sebagai respons terhadap demografi pemilih tersebut, Hasto mengumumkan instruksi dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengenai transformasi struktural partai. “Instruksi Ibu Ketua Umum di dalam pembahasan Sidang-sidang Komisi, nanti dapat ditambahkan Subkomisi Komunikasi Politik dan Cyber. Ini anggotanya terdiri dari anak-anak muda yang menjadi utusan Konferda yang usianya di bawah 40 tahun,” kata Hasto.
Hasto mengaku, secara pribadi kerap bertemu dengan anak muda untuk menggali ide-ide segar. “Sebagai Sekjen, hampir setiap hari saya bertemu anak muda mencari ide-ide genuine mereka. Karena merekalah yang paling paham zamannya,” jelas Hasto.
Tidak hanya di bidang politik, PDIP juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran utama dalam membangun ekonomi regional. Hasto mencontohkan bagaimana usaha lokal bisa bersaing dengan raksasa global. “Lihat Coto Makassar, ini bisa menggoncang jaringan makanan global. Atau Kopi Kenangan yang mampu bersaing dengan Raksasa Kopi Dunia. Ingat Kopi Tana Toraja telah mendunia,” ucap Hasto.
Di hadapan kader muda, Hasto menekankan, bahwa kekuatan ekonomi masa depan ada di tangan mereka. “Zaman sekarang, yang kecil dengan strategi tepat bisa mengguncang kemapanan. Ini era dimana kalian bisa berdiri di atas kaki sendiri,” kata Hasto.
Menjawab kekecewaan generasi muda terhadap politik praktis, PDIP mengusung politik etis sebagai alternatif dari politik transaksional. Hasto pun, mengutip nilai-nilai perjuangan Zohran Mamdani yang sukses memenangkan pilkada New York meski dengan dana terbatas. “Kami tidak mendewa-dewakan uang dalam demokrasi. Yang kami butuhkan adalah kekuatan moral dan keberpihakan pada rakyat,” tegas Hasto.
Hasto menyiratkan, PDIP memahami generasi muda yang lelah dengan politik uang, PDIP menawarkan jalan berbeda: politik berbasis nilai dan integritas, koreksi terhadap hegemoni kapital, serta pemberantasan praktik politik uang. Acara pembukaan Konferda PDI Perjuangan Sulawesi Selatan sendiri dihadiri oleh sejumlah pimpinan Pusat partai, yaitu Komaruddin Watubun (Ketua Bidang Kehormatan Partai), Abdullah Azwar Anas (Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan), dan Yuke Yurike (Wakil Bendahara Umum). Pengurus PDI Perjuangan dari semua wilayah di Sulawesi Selatan juga hadir. k22
Komentar