BPBD Buleleng Siaga di Jalur Singaraja–Denpasar
Rawan Longsor dan Pohon Tumbang
SINGARAJA, NusaBali - Curah hujan yang kian tinggi dalam sepekan terakhir mulai memunculkan dampak bencana alam di Buleleng.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng siaga di Jalur Singaraja–Denpasar mengingat kawasan ini masuk zona kawasan rawan tanah longsor.
Kepala BPBD Buleleng I Gede Suyasa mengatakan jalur penghubung utama itu membutuhkan penanganan cepat karena intensitas kejadian terus muncul dalam beberapa hari terakhir. “Kamis kemarin sempat terjadi tanah longsor, kemudian Jumat disusul pohon tumbang di titik yang berdekatan. Kebetulan di sana relawan aktif, sehingga koordinasi lebih mudah ketika ada kejadian,” ujar Suyasa, dihubungi, Sabtu (22/11).
Menurut Suyasa, BPBD Buleleng sejatinya telah meningkatkan kesiapsiagaan jauh sebelum puncak musim hujan. Edukasi kebencanaan telah diberikan kepada masyarakat, sekolah, hingga relawan desa. Memasuki periode hujan November–Februari—yang diprediksi BMKG memiliki curah hujan tinggi—Tim Reaksi Cepat (TRC) siaga penuh di kantor BPBD. BPBD Buleleng kata dia, dalam waktu dekat akan kembali menggelar rapat lintas sektor untuk memperkuat langkah pencegahan. Sejumlah unsur akan dilibatkan, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Camat, Forkordes, Dinas Kesehatan, hingga PMI. “Kami koordinasikan lagi apa yang perlu diaktifkan untuk langkah pencegahan,” kata Suyasa.
Selain Desa Gitgit, daerah rawan longsor lainnya meliputi kawasan atas Wanagiri di Kecamatan Sukasada, wilayah perbukitan Kecamatan Sawan seperti Desa Lemukih, Sekumpul, dan Galungan, serta sejumlah titik di Kecamatan Kubutambahan, Banjar dan Busungbiu. BPBD telah memetakan daerah rentan tersebut sekaligus mengaktifkan kembali desa tangguh bencana sebagai garda awal respon masyarakat.
Sementara itu, terkini BPBD Buleleng menangani pohon tumbang di Kilometer 9, Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (22/11). Sebatang pohon pinang berdiameter 30 sentimeter tumbang dan tersangkut di rumpun bambu berdiameter 15 sentimeter. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan karena berpotensi roboh sewaktu-waktu.
TRC BPBD Buleleng bersama anggota Polsek Sukasada dan relawan melakukan penanganan dari pukul 08.46 wita hingga 11.00 wita. Pohon berhasil dipotong dan dievakuasi sehingga jalur kembali aman dilintasi.k23
1
Komentar