Undiksha Buka Jalur Fast Track, S1–S2 dalam 5 Tahun
SINGARAJA, NusaBali - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja memperluas akses percepatan studi bagi mahasiswa berprestasi.
Mulai tahun 2025, kampus membuka jalur fast track dari program sarjana ke magister, sesuai regulasi Permen 53 Tahun 2023 dan Permen 39 Tahun 2025 yang memberi ruang percepatan pembelajaran di perguruan tinggi. Skema ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan S1 dan S2 hanya dalam lima tahun.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Prof Gede Rasben Dantes, Jumat (21/11) mengatakan program fast track sudah mulai dilakukan sejak 2021 melalui kerja sama dengan tiga mitra internasional. Mulai dari MCUT Taiwan, Lawrence Hale University, dan Onje University. Khusus Onje University, program berjalan melalui skema double degree.
Khusus untuk jalur percepatan internal, sejumlah program studi telah memenuhi persyaratan percepatan. Seperti PGSD ke S2 Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris S1 ke S2, S1 Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Pendidikan Teknik Informatika ke S2 Ilmu Komputer, serta S1 Teknologi Pendidikan ke S2 Teknologi Pendidikan. Seluruh prodi yang terlibat wajib memiliki akreditasi unggul atau akreditasi internasional.
Menurut Prof Rasben, percepatan studi dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dengan kemampuan di atas rata-rata agar lebih cepat menyandang gelar sarjana dan magister. Selain itu, skema ini dianggap efektif menahan mahasiswa agar tidak berhenti di S1. “Kalau sudah bekerja, kembali ke perguruan tinggi itu susah sekali. Jadi sebelum mereka lulus, anak-anak yang kemampuannya bagus kita ikat dulu,” kata Prof Rasben.
Mahasiswa yang ingin ikut fast track harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti IPK minimal 2,5, tidak ada nilai C ke bawah, dan tidak pernah mengambil cuti. Selama mengikuti jalur percepatan dan masih berstatus mahasiswa sarjana, mereka hanya membayar UKT S1. “Tidak ada biaya tambahan sama sekali. Mahasiswa semester 7 dan 8 sudah kuliah di pasca, tapi UKT-nya tetap UKT S1. Setelah lulus sarjana baru mereka bayar UKT pasca,” imbuh dia.
Tahun ini, sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program studi telah bergabung dalam program fast track internal. Menurut Prof Rasben, antusiasme mahasiswa sangat tinggi karena mendapat pengalaman belajar baru, kurikulum level magister, dan bimbingan dosen berkualifikasi tinggi. Pada tahun 2026, Undiksha juga menargetkan pembukaan jalur percepatan S2 ke S3 melalui skema leading to PhD. Mahasiswa magister yang lolos seleksi setelah dua semester dapat langsung mengambil mata kuliah doktoral yang nantinya disejajarkan dengan kurikulum S2. Jika proses perkuliahan lancar, empat tahun mahasiswa percepatan sudah bisa dapat gelar PhD dan tetap mendapatkan gelar S2 dan S3. Prof Rasben berharap perluasan jalur percepatan ini dapat meningkatkan jumlah lulusan Undiksha yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi sekaligus memperkuat budaya long life education. “Semakin banyak anak-anak naik ke jenjang berikutnya, semakin kuat kompetensi akademik mereka. Itu yang kami dorong,” tutup Rasben. 7 k23
Komentar