Pertamina Diminta Jaga Pasokan 1.024 KL/Hari
Antisipasi Kelangkaan Pertamax di Bali
Sales Area Manager Retail Pertamina Bali, Endo Eko Satryo menegaskan kuota BBM subsidi di Bali masih mencukupi hingga akhir tahun.
DENPASAR, NusaBali
Komisi VI DPR RI mendorong Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali aman, termasuk Pertamax menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya alias Alit Kelakan dalam rapat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus di Kantor Pertamina Bali, Denpasar, Jumat (21/11).
Dalam pertemuan tersebut, Alit Kelakan menyoroti penyebab kelangkaan BBM jenis Pertamax yang sempat terjadi di wilayah Denpasar dan Badung Selatan. Menurutnya, akar persoalan terletak pada ketidaksesuaian antara kebutuhan dan realisasi pendistribusian harian. “Penyaluran normal mestinya 1.024 kiloliter per hari, tapi sempat hanya sekitar 980 kiloliter. Ini jelas membuat masyarakat kesulitan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Terminal BBM Sanggaran memiliki tiga tangki berkapasitas total sekitar 9.000 kiloliter (KL), masing-masing 3.000 KL. Namun saat kejadian, stok hanya 5.000 KL, sehingga tidak cukup menopang distribusi ketika terjadi keterlambatan kapal akibat cuaca buruk. “Persoalan cuaca ini kan sebenarnya sudah bisa diprediksi, dan harusnya sudah ada mitigasinya,” sorot Alit Kelakan.
Alit Kelakan pun meminta stok minimal dua tangki penuh atau sekitar 6.000 KL di Terminal BBM Sanggaran, sehingga Bali tetap aman hingga enam hari bila terjadi hambatan pengiriman.
Selain itu, pasokan dari Integrated Terminal (IT) Manggis disebut penting sebagai mitigasi, namun terkendala armada mobil tangki yang masih kurang. Pertamina berjanji penambahan empat armada baru segera datang pada Desember.
“BBM terlambat sehari saja, UMKM jadi korban, masyarakat antre. Jadi jangan sampai ada pengurangan distribusi harian,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Sales Area Manager Retail Pertamina Bali, Endo Eko Satryo menegaskan kuota BBM subsidi di Bali masih mencukupi hingga akhir tahun. “Kuota Biosolar dan Pertalite insya Allah aman sampai akhir 2025. Tahun 2026 kemungkinan juga ada peningkatan mengikuti pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Terkait dengan Pertamax yang dikeluhkan masyarakat, Pertamina memperketat koordinasi antara Terminal BBM Sanggaran dan IT Manggis agar distribusi tidak berada di bawah kebutuhan 1.024 KL/hari. Pihak Pertamina sendiri menyatakan telah melakukan penambahan pasokan saat pemulihan kelangkaan sebelumnya, bahkan sempat ditingkatkan menjadi 1.561 KL pada Selasa (18/11), sehingga kondisi cepat normal.
Sementara itu Fuel Terminal Manager Sanggaran, Muhammad Riduansyah menjelaskan proyek pembangunan Jetty (JT) baru di Pelabuhan Benoa nantinya akan membantu mempercepat proses bongkar muat BBM.
“JT baru punya kapasitas sandar kapal lebih besar, hingga 17 ribu DWT. Ke depan fasilitasnya akan didedikasikan lebih banyak untuk Pertamina sehingga operasional lebih lancar,” terangnya. 7 mao
1
Komentar