nusabali

Boleh Iri! Curacao yang Dua Kali Dikalahkan Timnas Asuhan STY Lolos ke Piala Dunia 2026

  • www.nusabali.com-boleh-iri-curacao-yang-dua-kali-dikalahkan-timnas-asuhan-sty-lolos-ke-piala-dunia-2026

JAMAIKA, NusaBali.com – Curacao menciptakan sejarah. Negara kecil berpenduduk hanya sekitar 155.000 jiwa ini memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026, menjadi negara berpopulasi tersedikit yang pernah tampil di putaran final. Rekor sebelumnya dipegang Islandia dengan populasi sekitar 330.000 jiwa saat tampil pada Piala Dunia 2018.

Yang membuat kisah ini menarik bagi pecinta sepak bola Indonesia: Curacao adalah tim yang dua kali dikalahkan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong (STY) dalam FIFA Matchday September 2022.

Lolos Dramatis di Jamaika

Curacao memastikan tiket Piala Dunia setelah menahan imbang Jamaika 0-0 dalam laga terakhir Grup B Kualifikasi Zona Concacaf di Independence Park Stadium, Jamaika, Selasa (18/11) waktu setempat atau Rabu di Indonesia.

Hasil itu membuat Curacao menutup grup sebagai pemuncak klasemen dengan 12 poin, unggul satu angka dari Jamaika.

Pertandingan sendiri berlangsung sangat ketat. Jamaika yang membutuhkan kemenangan terus menekan lewat Greg Leigh dan Demarai Gray, sementara Curacao mengandalkan kreativitas Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna.

Curacao sempat mencetak gol melalui Jeremy Antonisse pada menit ke-71, tetapi dianulir karena offside. Ketegangan memuncak di menit 86 saat sundulan Bailey Cadamarteri membentur tiang gawang Curacao.

Drama terbesar terjadi pada injury time 90+5, ketika Jamaika sempat mendapat penalti setelah Dujuan Richards dijatuhkan di kotak terlarang. Namun setelah meninjau VAR di monitor pinggir lapangan, wasit membatalkan penalti dan hanya memberikan tendangan sudut.

Jamaika terus mencoba mencetak gol hingga menit 90+10, namun skor tetap 0-0 yang memastikan sejarah besar bagi Curacao.

Dari Dua Kali Kalah Lawan Indonesia, ke Piala Dunia

Pencapaian ini terasa semakin luar biasa mengingat Curacao pernah merasakan dua kekalahan dari Timnas Indonesia pada September 2022—hasil yang kala itu menggemparkan publik sepak bola Asia.

Pada dua uji coba tersebut:
1. Indonesia 3-2 Curacao (24 September 2022, GBLA Bandung)
Gol: Marc Klok, Fachruddin Aryanto, Dimas Drajad
2. Indonesia 2-1 Curacao (27 September 2022, Pakansari)
Gol: Dimas Drajad, Dendy Sulistyawan
Saat itu, peringkat FIFA kedua tim terpaut sangat jauh: Curacao di posisi 84, Indonesia di posisi 155.

Tiga tahun berselang, situasinya berubah drastis. Curacao mengalami pergantian pelatih—dari Remko Bicentini ke caretaker Dean Gorre, dan kini ditangani pelatih kawakan Dick Advocaat, yang membawa stabilitas dan efektivitas sepanjang kualifikasi.

Curacao tampil solid di Grup B dengan catatan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, tanpa sekalipun kalah.

Negara Kecil, Sejarah Besar

Keberhasilan Curacao menaungi banyak kisah menarik. Selain menjadi negara paling kecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, skuad mereka juga dihiasi pemain-pemain diaspora yang merumput di Eropa, termasuk Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, dan kiper Eloy Room.

Curacao juga pernah ditangani oleh Patrick Kluivert, eks pelatih Timnas Indonesia, sebelum Advocaat mengambil alih. Uniknya Kluivert kemudian dipilih PSSI untuk menggantikan STY. Hasilnya bisa diketahui, Indonesia terjenti di babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Sebaliknya Curacao, tim kecil dari Laut Karibia itu menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola dunia—sebuah perjalanan yang bahkan lebih terasa spesial bagi pendukung Timnas Indonesia, mengingat tim yang kini mencetak sejarah itu dulu pernah dua kali tumbang dari Garuda asuhan STY.

Komentar