Baru Muncul, Sampah Kiriman Tembus 200 Ton
Dinas LHK Siagakan 10 Alat Berat dan 300 Petugas Kebersihan
Sampah kiriman yang menepi tak jauh berbeda seperti yang sudah-sudah, terdiri dari campuran sampah organik seperti kayu serta anorganik berupa plastik.
MANGUPURA, NusaBali
Kedatangan sampah kiriman di pesisir barat Badung muncul lebih awal. Sampah kiriman di Pantai Kuta, misalnya, sudah terlihat sejak Jumat (14/11). Padahal tahun-tahun sebelumnya terjadi pada akhir November. Sejak kemunculan pertama kali hingga kini total sampah yang dibersihkan dari kawasan pesisir pantai sudah tembus 200 ton.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Dinas LHK Badung, Anak Agung Gede Dalem, menilai loncatan waktu kemunculan ini sebagai indikator bergesernya dinamika arus dan cuaca. “Jumat lalu memang bisa disebut sebagai awal musim sampah, karena datangnya sudah rutin setiap hari. Pagi tadi (kemarin) juga masih datang lagi,” ujarnya pada Senin (17/11) siang.
Gung Dale menjelaskan update jumlah tambahan sampah baru akan terangkum pada sore hari mengingat proses penyisiran masih berlangsung. Namun, volume sampah diperkirakan tidak sebesar hari sebelumnya karena dipengaruhi faktor hujan, arus, dan kecepatan angin.
Jika beberapa tahun sebelumnya pola kedatangan sampah kiriman lebih terfokus, kini sebarannya menunjukkan perluasan signifikan. Pantai yang selama ini terdampak pada pertengahan musim seperti Seseh dan Cemagi kini justru mulai menerima sampah sejak fase awal. Hal serupa juga disebut terjadi di Pantai Kedonganan, yang pada tahun-tahun sebelumnya baru terdampak di pertengahan musim, namun kini sudah disergap lebih awal.
“Namun, sampah paling banyak masih terkonsentrasi di wilayah Seminyak, Legian, Kuta,” ungkap Gung Dalem.
Sampah kiriman yang menepi tak jauh berbeda seperti yang sudah-sudah, terdiri dari campuran sampah organik seperti kayu serta anorganik berupa plastik. “Kami telah mengerahkan 10 alat berat dan 300 petugas kebersihan di lapangan. Kami juga diperkuat oleh personel TNI serta tenaga kebersihan dari masing-masing wilayah,” kata Gung Dalem.
Untuk sampah kiriman yang terkumpul, lanjutnya, terlebih dahulu dikumpulkan di STO (stopover). “Lalu dari STO akan diangkut ke Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwitani dan TPA Sarbagita,” imbuhnya. 7 ol3
Komentar