nusabali

Museum Tanah Lot Majapahit Bali, Tawarkan Destinasi Wisata Budaya di Kabupaten Tabanan

Bercerita Sejarah Kerajaan Majapahit dan Keterkaitannya dengan Bali

  • www.nusabali.com-museum-tanah-lot-majapahit-bali-tawarkan-destinasi-wisata-budaya-di-kabupaten-tabanan

Bali menjadi gerbang internasional dan tujuan wisata utama, sehingga museum ini diharapkan mampu memperkenalkan sejarah Bali dan Majapahit kepada dunia

TABANAN, NusaBali
Kawasan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan kini memiliki museum. Namanya Museum Tanah Lot Majapahit Bali yang resmi dibuka Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Sabtu (15/11). Museum Majapahit Bali ini dikemas tak hanya memajang benda purbakala, tetapi juga ada dioramanya, sehingga pengunjung akan merasakan sensasi tersendiri. 

Di Museum Majapahit ini ada puluhan zona pameran. Mulai zona sejarah cikal bakal Majapahit hingga runtuhnya Kerajaan Mahapahit. Salah satu zona yang paling harus dikunjungi adalah zona perdagangan. Di zona ini menceritakan tentang bagaimana sistem perdagangan di era Kerajaan Majapahit masih berjaya. Dalam zona perdagangan itu ada replika orang yang sedang berdagang. Tak kalah menarik juga zona keagamaam menjadi salah satu referensi yang patut dikunjungi. Selain itu ada replika tabib yang sangat mirip sekali dengan manusia. Sehingga selain berkunjung bisa juga mengabadikan lewat berfoto selfie. 

Founder Museum Tanah Lot Majapahit Bali, Reno Halsamer mengatakan museum ini sebagai karya keenamnya, sekaligus proyek terbesar untuk menghidupkan kembali cerita Majapahit secara komprehensif. Menurut Reno, Majapahit adalah fondasi awal lahirnya Republik Indonesia. Dia menuturkan bagaimana Bung Karno menggunakan Kitab Negarakertagama sebagai rujukan batas wilayah Indonesia ketika ditanya oleh PBB saat proklamasi kemerdekaan.

“Nusantara yang dituliskan Mpu Prapanca saat mendampingi Raja Hayam Wuruk adalah wilayah kekuasaan Majapahit. Karena itu, harus ada diorama dan informasi yang menjelaskan secara utuh,” tegas Pegiat museum seni yang lahir di Surabaya ini. Dalam pemaparannya itu, dia tak menepis bahwa Majapahit berpusat di Trowulan, Jawa Timur. “Majapahit memang pernah ada di Trowulan, dan saya tidak memindahkan sejarah. Tapi kita harus menyadari, masyarakat Bali memiliki sejarah kental dengan Majapahit. Bali dan Majapahit tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Reno menjelaskan dari hasil pembelajarannya bahwa sejarah Bali mengalami empat fase penting. Pertama, keberadaan manusia purba di Batur yang diperkirakan hidup satu juta tahun lalu. Fase berikutnya adalah manusia purba Gilimanuk yang telah memiliki museum tersendiri. Lalu masuk masa Wangsa Warmadewa pada abad ke-7 yang mendirikan Kerajaan Bedahulu, melahirkan Raja Udayana, hingga Airlangga yang kemudian menjadi Raja Kahuripan. Dari Kahuripanlah muncul Singosari dan akhirnya Majapahit.

Berbagai zona dalam Museum Tanah Lot Majapahit Bali yang diresmikan, Sabtu (15/11). -DESAK 

Karena itu, menurutnya, keberadaan Museum Majapahit di Bali bersifat strategis. Bali menjadi gerbang internasional dan tujuan wisata besar, sehingga museum ini diharapkan mampu memperkenalkan sejarah Bali dan Majapahit kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. “Orang datang ke Bali bukan hanya kuliner dan hiburan malam. Mereka harus tahu sejarah Bali,” kata Reno. Museum ini dirancang bukan sekadar ruang pamer benda, tetapi wahana pengalaman. Pengunjung akan diajak masuk ke zona manusia purba dalam bentuk gua purba, menonton film mengenai terbentuknya Pulau Bali sekitar 2,5 juta tahun lalu akibat aktivitas panas bumi, hingga melihat diorama masa Perundagian 200 tahun Sebelum Masehi (SM) masa ketika Bali menjadi pusat teknologi pengolahan tembaga dan perunggu.

Reno menambahkan bahwa museum dilengkapi teknologi QR code agar wisatawan domestik maupun mancanegara bisa mengakses penjelasan secara visual tanpa harus selalu didampingi guide. Di Museum Majapahit ini, alur museum disusun lengkap mulai Kerajaan Bedahulu, Kahuripan, Singasari, Majapahit, hingga pecahan kekuatan politik dan militernya. Bahkan diceritakan pula, ada kekuatan darat yang dikenal pasukan gajah, kekuatan laut, industri perdagangan Majapahit, hingga ruang keagamaan yang menjelaskan penggunaan Kitab Kutara Manawa sebagai dasar negara pada masa itu.

Museum juga menghadirkan zona situs arkeologi ibu kota Majapahit, ruang Sumpah Palapa yang mengangkat peran Gajah Mada dan Kebo Iwa, ruang Sutasoma yang menampilkan lahirnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta ruang Negarakertagama yang seluruhnya disusun berdasarkan naskah asli karya Mpu Prapanca. "Jadi semua yang kita sajikan bukan fiksi, tetapi bersumber dari naskah kuno Nagarakertagama,” tegas Reno. 

Di bagian akhir, pengunjung masuk ke zona siklus kehidupan masyarakat Bali, mulai upacara perkawinan, kelahiran, hingga potong gigi dan akhirnya ditutup dengan zona Karmapala. Secara keseluruhan, museum ini memiliki puluhan zona dengan luas 1.500 meter persegi dan sekitar 300 koleksi. Koleksi sudah dikumpulkan 30 tahun lalu, didapatkan dari hasil membeli di kolektor maupun membeli saat perjalanan ke luar negeri. 

Reno berharap museum tersebut menjadi tempat belajar sejarah yang menarik dan relevan bagi generasi muda. “Tugas kita memastikan cerita besar Majapahit dan Bali tetap hidup, dipahami, dan diwariskan,” bebernya. Di sisi lain, rencananya destinasi budaya baru kawasan Tanah Lot ini akan dibuka untuk umum pada akhir November 2025 setelah proses perizinan yang memakan waktu delapan tahun. 

Direktur Utama Museum Majapahit Tanah Lot Bali, Gusti Made Suryanta Putra, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan museum ini bermula dari keyakinan Reno Halsamer bahwa Bali memiliki keterhubungan erat dengan Majapahit, terutama melalui perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha pertama kali di Pura Pekendungan Tanah Lot.  

“Beliau sudah mengurus ini sejak delapan tahun lalu. Perizinan museum itu tidak mudah, tapi setelah izin lengkap baru kami bisa mulai membangun,” ujarnya. Museum ini akan hadir sebagai alternatif wisata baru di Tanah Lot, yang selama ini dikenal karena panorama matahari terbenam. “Wisatawan nanti tidak hanya datang untuk melihat sunset. Museum ini memberikan pengalaman berbeda dan sarat edukasi,” tambah Suryanta.

Untuk harga tiket dibuat sangat terjangkau. Untuk wisatawan lokal per orang dibandrol harga Rp 10.000 dan untuk wisatawan asing Rp 20.000 per orang. "Kami buat museum ini orientasinya bukan bisnis semata. Kami ingin mengedukasi anak muda agar semakin mencintai budayanya,” jelasnya. Nantinya Museum Majapahit Tanah Lot akan buka setiap hari pukul 08.00-19.00 Wita. Bahkan sebagai tambahan wisata, bakal dibangun Singgasana Majapahit lengkap dengan pagelaran teater. "Singgasananya kita on progres," tandas Suryantara notabane mantan anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP Dapil Tabanan ini. 7 des

Komentar