Pendarahan Usai Melahirkan, Tukang Jahit Meninggal
AMLAPURA, NusaBali - Salah seorang ibu tukang jahit, Desak Ayu Mirah Listya Dewi, 39, dari Banjar Waliang, Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem, meninggal usai melahirkan, di RSUD Karangasem, Jalan Ngurah Rai Amlapura, Sabtu (8/11). Usia melahirkan terjadi pendarahan terus menerus hingga kondisinya terus melemah.
"Ya, memang ada seorang ibu meninggal usai melahirkan di RSUD Karangasem, karena melahirkan dengan risiko tinggi, banyak faktor penyebabnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karangasem dr I Gusti Lanang Udiyana di Amlapura, Sabtu (15/11).
Penyebabnya, kata mantan Kepala Puskesmas Selat ini, bisa karena pecah pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan terus menerus atau plasenta lepas. "Kondisi tubuh di dalam kan kita tidak tahu," katanya.
Di bagian lain, Kelian Banjar Waliang Dewa Rai membenarkan warganya meninggal usai melahirkan. "Dia melahirkan normal, anak perempuan lahir dengan berat 3,6 kilogram, tetapi ibunya meninggal," kata Dewa Rai.
Sebelumnya, lanjut Dewa Rai, almarhum dikaruniai dua anak. Kali ini melahirkan anak ketiga, umurnya telah 39 tahun dan kondisi almarhum agak kurus. Almarhum meninggalkan seorang suami, Dewa Gede Sukar Duran, 46, sehari-hari sebagai pekerja serabutan, dan tiga anak. Upacara makingsan di gni telah dilakukan di setra setempat, Anggara Paing Sungsang, Selasa (11/11).
Pihak keluarga belum diperbolehkan menggelar upacara Pitra Yadnya atau ngaben, berdasarkan ketentuan adat setempat. Sebab, menurut Kelian Banjar Waliang Dewa Rai, jelang Galungan dan Kuningan, tidak boleh menggelar upacara besar Dewa Yadnya atau Pitra Yadnya. Karena telah memasuki hari, nguncal balung (larangan), periode Buda Pon Sungsang, Rabu (12/11), hingga usai Kuningan.
Suami almarhum, Dewa Gede Sukar Duran, kali ini mengasuh tiga anak. Perbekel Abang I Nyoman Sutirtayana membenarkan, warganya meninggal usai melahirkan. "Saya sempat tengok ke rumah duka, bersama Kelian Banjar Dinas Waliang dan bidan desa," jelasnya. Kematian seorang ibu usai melahirkan katanya pertama kali sejak tahun 2017.
Sesuai catatan di Dinas Kesehatan, kematian ibu melahirkan yang terjadi, tahun 2007 sebanyak 2 ibu, 2008 sebanyak 5 ibu, 2009 sebanyak 8 ibu, 2010 sebanyak 2 ibu, tahun 2011 sebanyak 6 ibu, tahun 2013 sebanyak 9 ibu, tahun 2014 sebanyak 16 ibu, tahun 2015 sebanyak 7 ibu, tahun 2016 sebanyak 6 ibu dan tahun 2017 sebanyak 6 ibu.7k16
Komentar